Berita Bekasi

Kota Bekasi Dilintasi 70 Persen Pemudik Nasional Setiap Tahun, Penyekatan Larangan Mudik Diperketat

Dinas Perhubungan Kota Bekasi mencatat hampir 70 persen pemudik setiap tahunya melintasi wilayah Bekasi melalui jalur Pantura maupun jalur tol. 

Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Max Agung Pribadi
Warta Kota/Muhammad Azzam
Petugas gabungan mslakukan pengawasan di lokasi penyekatan larangan mudik di Jalan Sultan Agung, Kecamatan Medan Satria, Kota Bekasi, pada Selasa (28/4/2020). 

WARTAKOTALIVE.COM, Bekasi Utara - Pemudik nasional yang bekerja di kawasan Jabodetabek selalu melintasi Bekasi setiap tahunnya manakala mereka hendak pulang kampung menjelang lebaran.

Dinas Perhubungan Kota Bekasi mencatat hampir 70 persen pemudik setiap tahunya melintasi wilayah Bekasi melalui jalur Pantura (Pantai Utara) maupun jalur tol. 

Pemudik roda dua dan empat itu biasanya setiap tahun melintasi Bekasi dengan tujuan wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Baca juga: Imbas Larangan Mudik, Sopir Bus AKAP di Terminal Bayangan Parung Bogor Mulai Resah

"Berdasarkan data mudik yang terhimpun setiap tahunya, hampir 70 persen pemudik nasional dari wilayah Jakarta, Bogor, Tanggerang, Depok dipastikan melintasi wilayah Bekasi melalui jalur arteri maupun tol," kata Kepala Dinas Perhubungan Kota Bekasi, Dadang Ginanjar saat dikonfirmasi, Jumat (23/4/2021).

Adanya kebijakan larangan mudik di tahun ini membuat pemerintah bersama kepolisian dan TNI akan menghalau jutaan pemudik dari wilayah Bekasi agar kembali lagi ke rumahnya masing-masing mana kala kedapatan melakukan perjalanan pulang kampung.

Sementara itu, sanksi bagi operator angkutan umum dan badan usaha angkutan sungai, danau dan penyebrangan, akan dikeluarkan dari jadwal pelayanan dan dilarang beroperasi selama periode idul fitri 2021.

Baca juga: Jelang Larangan Mudik, Dishub Depok Pastikan Tak Ada Lonjakan Penumpang di Terminal Jatijajar

Kebijakan pelarangan mudik ini mengacu SE Satgas No 13/2021 dan PM Menhub No 13/2021 di semua moda mulai 22 April - 22 Mei mendatang.

Selain itu, lanjut dia, petugas juga akan disiagakan selama 24 jam untuk menindak adanya kemungkinan masyarakat yang akan mudik dengan modus menggunakan kendaraan taksi gelap dan kendaraan truk logistik.

"Kan sudah ada aturanya, jika melanggar pasti akan didenda secara tegas atau dihalau putar balik," tuturnya.

Baca juga: Polres Tangsel Bakal Beri Sanksi Travel Gelap yang Nekad Melanggar Larangan Mudik

Berdasarkan catatan Pemerintah Kota Bekasi, gelombang arus mudik mengalami peningkatan hingga lima hari jelang lebaran (H-5). 

Sebelum pandemi Covid-19 melanda pada Maret lalu, pemerintah dan kepolisian mencatat setiap 1 jam kendaraan roda dua yang melintas di jalur mudik Kota Bekasi mencapai 1.000 sepeda motor.

Biasanya pemudik dengan tujuan Jawa Tengah dan Jawa Timur itu melintas di Jalan Inspeksi Saluran Kalimalang mulai dari perbatasan Jakarta di Sumber Artha, Kecamatan Bekasi Barat ke Jalan KH Noer Ali – Jalan Raya M Hasibuan – Jalan Raya Chairil Anwar kemudian masuk ke Kabupaten Bekasi.

Baca juga: Polda Metro Jaya Kerahkan 1.313 Personel untuk Menyukseskan Larangan Mudik 2021

Bahkan, biasanya pada H-17 lebaran lalu lintas di Kota Bekasi sudah mulai sangat padat. Setiap dua jam kendaraan roda dua yang melintas mencapai ratusan kendaraan, kondisi ini akan berlangsung hingga H-1. 

Terlebih lagi, kepadatan arus mudik di Kota Bekasi cenderung terjadi malam hari.

Namun kali ini, pemudik akan dihalau dan dilarang melintas. 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved