Breaking News:

Ekonomi Nasional

Airlangga Hartarto Sebut Kondisi Terkini Perekonomian Indonesia Membaik, meski Masih Pandemi

Meski pandemi Covid-19 masih terjadi di Indonesia, namun Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, kondisi terkini justru membaik.

Penulis: Mochammad Dipa | Editor: Valentino Verry
Biro Pers Setpres/Kris
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan ekonomi nasional mulai membaik, meski pandemi virus corona masih terjadi. Hal ini membuatnya optimistis atas pertumbuhan ekonomi nasional di tahun 2021. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Meski pandemi Covid-19 masih terjadi di Indonesia, namun Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, kondisi perekonomian terkini Indonesia relatif memberikan tanda positif.

“Proyeksi kita arahnya ke recovery kita berharap ada kenaikan konsumsi, investasi, pengeluaran pemerintah dan ekspor,” ujar Airlangga saat konferensi pers virtual paparan Perkembangan Perekonomian Terkini serta Kebijakan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN) secara virtual, Jumat (23/4).

Ia juga melihat bahwa dari indeks keyakinan konsumen dan penjualan kendaraan bermotor di bulan Maret 2021 mengalami peningkatan.

“PMI (Purchasing Managers' Index) sudah posisi 53,2 investasi sudah meningkat diharapkan lebih tinggi lagi," ungkap Airlangga.

Baca juga: THR untuk Pekerja, ASN dan TNI/Polri, Airlangga Hartarto Pastikan Diberikan Sebelum Lebaran 2021

Baca juga: Henry Indraguna Jabat Plt Ketua LKI Partai Golkar,Dukung Airlangga Hartarto Maju Sebagai Capres 2024

Selain itu, alokasi untuk kesehatan dalam program pemulihan ekonomi nasional (PEN) sebesar Rp 176 triliun, perlindungan sosial Rp 175 triliun.

Kemudian, alokasi untuk UMKM Rp 184 triliun dan insentif usaha Rp 58 triliun.

Neraca perdagangan positif

Sementara itu, dalam tiga bulan terakhir neraca perdagangan positif, dibarengi dengan keseimbangan ekspor dan impor sehingga ekonomi bergerak.

Terakhir Airlangga, memaparkan realisasi anggaran PEN yang dialokasikan sebesar Rp 699,43 triliun.

"Secara keseluruhan realisasi PEN mencapai 19,2 persen dari pagu Rp 699,43 triliun. Mulai dari sektor kesehatan, perlindungan sosial, program prioritas padat karya. Kemudian terkait realisasi UMKM dan korporasi, insentif usaha," ujar Airlangga.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved