Tak Terdengar Lagi Kabar Proses Hukumnya, Mahasiswa Pertanyakan Kasus Pelecehan Oleh Oknum Lurah

“Kami meminta agar kepolisian mengawal proses hukum pelecehan dan juga kekerasan seksual yang ada di Kota Bekasi,” ucap koordinator aksi Nina Karenina

Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Dedy
Wartakotalive.com
Mahasiswa elemen PMII Putro Kota Bekasi yang berasal dari Mitra Karya, STIT Marhala Al'Ulya dan STIE Tribuana melakukan aksi unjuk rasa di depan Mapolrestro Bekasi Kota, Kamis (22/4/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI --- Mahasiswa elemen PMII Putro Kota Bekasi yang berasal dari Mitra Karya, STIT Marhala Al’Ulya dan STIE Tribuana menggelar aksi unjuk rasa di depan Mapolrestro Bekasi Kota, Kamis (22/4/2021).

Dalam demonya itu, mahasiswa meminta kepolisian mengusut tuntas kasus kekerasan seksual yang belakangan sering terjadi di Kota Bekasi.

“Kami meminta agar kepolisian mengawal proses hukum pelecehan dan juga kekerasan seksual yang ada di Kota Bekasi,” ucap koordinator aksi Nina Karenina di lokasi.

Nina menyebutkan kelanjutan beberapa kasus bahkan kini tak terdengar lagi proses hukumnya.

Seperti kasus yang menimpa seorang penjaga warung yang diduga dilecehkan oknum lurah.

Baca juga: Jika Terbukti Lakukan Pelecehan Seksual, Lurah Pekayon Jaya Bakal Terima Sanksi Ini

“Akhir-akhir ini kan banyak banget ini yang ada di Kota Bekasi. Kasus yang ada seperti pemerkosaan anak disabilitas, ataupun pelecehan seksual yang ada di Pekayon Jaya Sampai saat ini tidak terdengar lagi untuk kasusnya,” katanya.

Baru-baru ini, kasus bocah SMP berinisial PU (15) yang diduga dijual oleh pacarnya sendiri berinisial AT (21), semakin mengkhawatirkan kaum wanita di Kota Bekasi.

“Yang baru-baru ini terjadi pelecehan seksual anak di bawah umur dan juga ada indikasi perdagangan manusia, maka dari itu saya selaku wanita akan fokus dan konsen mengenai pelecehan seksual yang ada di wilayah kami,” ucap Nina.

Ia berharap momentum Hari Kartini bisa dijadikan masyarakat untuk lebih menghargai kaum wanita agar angka kasus kekerasan seksual menurun di Kota Bekasi.

"Mungkin sedikit demi sedikit keadilan Perempuan bisa dijunjung oleh pihak kepolisian. Wujudkan Kota Bekasi ini menjadi kota yang ramah terhadap perempuan dan anak," katanya.

Baca juga: Berulang Kali Kedapatan Buang Sampah Sembarangan, Warga Kabupaten Bekasi Bisa Didenda Rp 50 Juta

Baca juga: Antisipasi Tawuran, Selain Ditutup 12 Barrier MCB JPO Kali Sentiong Bakal Ditumbuhi Tanaman Berduri

Baca juga: Wakil Ketua DPRD Usul Pemkab Serap Gagasan Para Juara Bogor Leaders Talk Dalam Sebuah Kebijakan

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved