Breaking News:

Kecelakaan alutsista

Sikapi Insiden Kapal Selam Nanggala, Anggota DPR Minta Operasi KRI Cakra 401 Sementara Dihentikan

Untuk menghindari musibah serupa, TNI perlu menghentikan untuk sementara pengoperasian kapal selam sejenis yakni KRI Cakra-401

TNI AL
Ilustrasi - TNI Angkatan Laut (AL) menggelar latihan bersama dengan kapal perang Perancis yang tengah melintasi Selat Sunda, Senin (8/2/2021) 

Wartakotalive.com, Jakarta - Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PAN Farah Puteri Nahlia meminta, pengoperasian kapal selam KRI Cakra-401 dihentikan sementara.

Hal itu menyusul insiden kapal selam KRI Nanggala-402 yang hilang kontak saat latihan di Perairan Bali pada Rabu (21/4/2021).

Farah menyebut, kedua kapal selam tersebut sudah berumur dan sudah waktunya untuk diganti.

"Untuk menghindari musibah serupa, TNI perlu menghentikan untuk sementara pengoperasian kapal selam sejenis yakni KRI Cakra-401, hingga ada kepastian dan kesiapan yang sempurna dari kapal selam tersebut," kata Farah kepada wartawan, Kamis (22/4/2021).

Menurut Farah, pemerintah harus segera melakukan modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista).

Jangan sampai penggunaan alutista yang diduga telah obsolet menghambat tugas-tugas prajurit TNI dan bahkan membahayakan nyawa prajurit.

"Penguatan modernisasi alutsista TNI merupakan kebutuhan yang mendesak mengingat kondisi alutsista yang masih terbatas," ujarnya.

KRI Nanggala yang akan melaksanakan penembakan Torpedo SUT meminta izin menyelam pada Rabu (21/4/2021) pukul 03.00 WITA.

Setelah diberikan izin menyelam sesuai prosedur, kapal tersebut hilang kontak dan tidak bisa dihubungi.

Kemudian kapal lain yang terlibat dalam Satgas latihan tersebut melakukan pencarian terhadap kapal tersebut.

Halaman
12
Editor: Bambang Putranto
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved