Breaking News:

Perumahan Elit

Ratusan Warga di Perumahan Elit Jakarta Barat Resah karena Terancam Tidak Dapat Akses Masuk

Ratusan warga di perumahan mewah Taman Kebon Jeruk (TKJ) Intercon, Srengseng, Kembangan, Jakarta Barat, terancam tidak bisa mendapatkan akses masuk.

Warta Kota/Desy Selviany
Warga Taman Kebon Jeruk (TKJ) Intercon, Srengseng, Kembangan, Jakarta Barat, resah tak bisa memasuki kawasan perumahan itu karena tak mau membayar uang keamanan yang dipungut paguyuban di komplek itu. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Ratusan warga di perumahan mewah Taman Kebon Jeruk (TKJ) Intercon, Srengseng, Kembangan, Jakarta Barat, terancam tidak bisa mendapatkan akses masuk ke dalam komplek elit tersebut.

Pasalnya, warga diminta membayar iuran keamanan yang ditagih oleh pihak di luar RT/RW, ataupun pihak pengelola perumahan.

Salah satu sumber Wartakotalive.com yang merupakan warga RW 12 Intercon menyebut bahwa penagihan uang keamanan dilakukan oleh pihak yang mengatasnamakan Paguyuban TKJ Intercon.

Paguyuban itu sendiri disebut baru dibentuk saat awal tahun 2020 lalu.

Baca juga: Puluhan Rumah Terendam Banjir 1 Meter, Kades Duga Terkait Pembangunan Industri dan Perumahan Elit

Baca juga: PINTU Masuk Perumahan Elit di Kedoya Utara Terendam Banjir setelah Diguyur Hujan Lebat

Awalnya paguyuban itu dibentuk hanya sebatas untuk acara amal para warga untuk membantu warga Srengseng lain yang terdampak pandemi Covid-19.

Namun semakin hari, paguyuban itu berubah fungsi menjadi mengelola perumahan elit tertua yang dibangun di kawasan Jakarta Barat itu.

Menurut seorang warga inisial R, ratusan warga sendiri tidak pernah menyetujui paguyuban mengambil alih kepengurusan fasos dan fasum perumahan.

Sebab, sejak PT TKJ Intercon bangkrut belasan tahun lalu, kepengurusan fasus dan fasum diserahkan kepada RT/RW.

Meskipun belum ada penyerahan resmi fasos dan fasum kepada Pemprov DKI Jakarta karena perusahaan perumahan elit itu kadung bangkrut.

"Jadi dari pada tidak ada yang mengurus kemanan dan kebersihan lingkungan. Warga inisiatif membentuk RT dan RW. Sehingga sejak tahun 2006 lalu semua kepengurusan diserahkan ke RT RW," jelas R dihubungi, Kamis (22/4/2021).

Halaman
123
Penulis: Desy Selviany
Editor: Valentino Verry
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved