Breaking News:

Prostitusi Online

Polisi Gandeng KPAI Berikan Pendampingan ke Anak Korban Prostitusi Online di RedDoorz Tebet Jaksel

Sebanyak 15 orang terdiri dari joki atau muncikari, pria hidung belang dan para perempuan di bawah umur diamankan petugas.

Wartakotalive.com/Budi Sam Law Malau
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan, sebanyak 15 orang terdiri dari joki atau muncikari, pria hidung belang dan para perempuan di bawah umur diamankan petugas, Kamis (22/4/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, SEMANGGI -- Polda Metro Jaya telah berkoordinasi dan menggandeng Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dalam memberikan pendampingan dan pemulihan bagi belasan anak yang menjadi korban praktek prostitusi online di RedDoorz Plus Near TIS Square, Jalan Tebet Barat Dalam X, Tebet, Jakarta Selatan.

Seperti diketahui Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, membongkar praktik prostitusi 
online, perempuan di bawah umur, di sana Rabu (21/4/2021) malam sekira pukul 23.00.

Sebanyak 15 orang terdiri dari joki atau muncikari, pria hidung belang dan para perempuan di bawah umur diamankan petugas.

Video: Kembali Semrawut PKL dan Parkir Liar, Kolong Flyover Roxy Bakal Segera Ditata

"Kami berikan pendampingan bagi anak korban prostitusi online ini dari KPAI," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus, Kamis (22/4/2021).

Nantinya kata Yusri, para anak ini akan dititipkan di sejumlah panti anak untuk pemulihan psikologis dan trauma mereka.

Sementara untuk para joki atau muncikari kata Yusri, akan dijerat Pasal 76 I juncto Pasal 88 UU RI Nomor 17 tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dan atau Pasal 2 ayat (1) UU RI Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang dan atau Pasal 27 ayat (1) juncto Pasal 45 UU RI Nomor 19 tahun 2016 tentang ITE dan atau Pasal 296 KUHP dan atau Pasal 506 KUHP.

Baca juga: Pemprov DKI Pertimbangkan Sanksi bagi Pengelola Apartemen terkait Prostitusi Online

Baca juga: MIRIS! Muncikari Jual Gadis di Bawah Umur Rp 450.000 di Kelapa Gading Lewat Prostitusi Online

"Ancaman hukuman paling lama 15 tahun penjara," kata Yusri.

Semetara untuk perempuan dibawah umur yang diamankan akan dijadikan saksi, dan dilakukan pendampingan oleh Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

Yusri mengatakan, tim Subdit 5 Ditreskrimum Polda Metro Jaya melakukan penggerebekan di lokasi, sekitar pukul 23.00 WIB, Rabu (21/4/2021).

"Subdit 5 Ditreskrimum telah mengamankan beberapa wanita BO (booking out-Red) yang masih di bawah umur, joki serta beberapa orang yang tertangkap tangan, dan diduga keras sedang atau telah melakukan perbuatan cabul dengan korbannya adalah anak di bawah umur," kata Yusri.

Baca juga: Ibu Jual Anak ke Pria Hidung Belang Rp 400 Sekali Main, Polisi: Dua Tahun Bisnis Prostitusi Online

Menurutnya di sana Yusri, disita pula barang bukti uang tunai Rp 600.000, kondom, handphone, dan laptop.

"Modus operandinya menawarkan BO perempuan di bawah umur dengan menggunakan aplikasi media sosial. 15 orang yang diamankan, sebagian besar adalah anak-anak di bawah umur," kata Yusri. (bum)

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved