Breaking News:

Kriminalitas

Jajakan Perempuan di Bawah Umur, Muncikari Prostitusi Online RedDoorz Tebet Diancam 15 Tahun Penjara

Jajakan Perempuan di Bawah Umur, Muncikari Prostitusi Online di RedDoorz Tebet Jaksel Diancam 15 Tahun Penjara

Penulis: Budi Sam Law Malau | Editor: Dwi Rizki
Tribunnews.com
Ilustrasi. 

WARTAKOTALIVE.COM, SEMANGGI - Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, membongkar praktik prostitusi 
online di RedDoorz Plus Near TIS Square, Jalan Tebet Barat Dalam X, Tebet, Jakarta Selatan pada Rabu (21/4/2021) malam. 

Sebanyak 15 orang terdiri dari joki atau muncikari, pria hidung belang dan perempuan di bawah umur diamankan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus, mengatakan para joki atau muncikari akan dijerat Pasal 76 I juncto Pasal 88 UU RI Nomor 17 tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Selain itu, Pasal 2 ayat (1) UU RI Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang dan atau Pasal 27 ayat (1) juncto Pasal 45 UU RI Nomor 19 tahun 2016 tentang ITE dan atau Pasal 296 KUHP dan atau Pasal 506 KUHP.

"Ancaman hukuman paling lama 15 tahun penjara," kata Yusri.

Baca juga: Kisruh Izin Lokasi, PT Agung Intiland Group Kembali Mangkir dari Panggilan DPRD Kabupaten Tangerang

Sementara untuk perempuan di bawah umur yang diamankan akan dijadikan saksi, dan dilakukan pendampingan oleh Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

Yusri mengatakan, tim Subdit 5 Ditreskrimum Polda Metro Jaya melakukan penggerebekan di lokasi, sekitar pukul 23.00 WIB, Rabu (21/4/2021).

Baca juga: Bulan Ramadan, Prostitusi Online di Tebet Makin Marak, 15 Perempuan di Bawah Umur Diamankan Polisi

"Subdit 5 Ditreskrimum telah mengamankan beberapa wanita BO (booking out-Red) yang masih di bawah umur, joki serta beberapa orang yang tertangkap tangan, dan diduga keras sedang atau telah melakukan perbuatan cabul dengan korbannya adalah anak di bawah umur," kata Yusri.

Menurutnya di sana Yusri, disita pula barang bukti uang tunai Rp 600.000, kondom, handphone, dan laptop.

"Modus operandinya menawarkan BO perempuan di bawah umur dengan menggunakan aplikasi media sosial. 15 orang yang diamankan, sebagian besar adalah anak-anak di bawah umur," kata Yusri. (bum)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved