Breaking News:

Kriminalitas

Diyakini Tak Berizin, Hotel Prostitusi Online-RedDoorz Tebet Nyatanya Bebas Beroperasi

Diyakini Tak Berizin, Hotel Prostitusi Online-RedDoorz Tebet Nyatanya Bebas Beroperasi, Berikut Alasannya

Penulis: Dwi Rizki | Editor: Dwi Rizki
Diyakini Tak Berizin, Hotel Prostitusi Online-RedDoorz Tebet Nyatanya Bebas Beroperasi
Warta Kota
Hotel Reddoorz Plus Near TIS Square di Jalan Tebet Barat Dalam X, Nomor 22, RT 12/RW5, Tebet Barat, Tebet, Jakarta Selatan. Motel itu digerebek polisi atas praktik prostitusi online pada Rabu (20/4/2021)

"Udah di komplain sama warga sebenarnya. Apalagi pas Ramadan ini. Soalnya di lantai atas ada barnya, dan musiknya bising. Juga, karena banyak orang keluar masuk, sampai tengah malam lewat," kata Dahlan, warga sekitar yang tinggal di belakang lokasi motel.

Bangunan Motel RedDoorz di Tebet yang digerebek polisi ini memiliki tiga lantai. Lantai 1 dan 2 adalah jejeran kamar penginapan, sementara di lantai 3 ada sebuah bar dan cafe.

Menurut Dahlan, untuk meredam keluhan warga, pengelola justru mempekerjakan warga sekitar dan juga tukang ojek online di sana.

"Warga ditawarkan jadi keamanan atau di kafetaria kantin di sana," kata Dahlan.

Baca juga: Kisruh Izin Lokasi, PT Agung Intiland Group Kembali Mangkir dari Panggilan DPRD Kabupaten Tangerang

Baca juga: PT Agung Intiland Diduga Bermasalah, Pemerintah Kabupaten Tangerang Diminta Tegas Cabut Izin Lokasi

Pencabutan Izin

Polda Metro Jaya membongkar praktik prostitusi online perempuan di bawah umur di RedDoorz Plus Near TIS Square, di Jalan Tebet Barat Dalam X RT 12/05 Nomor 22, Tebet Barat, Tebet, Jakarta Selatan pada Rabu (21/4/2021) malam.

Sebanyak 15 orang diamankan, di antaranya perempuan di bawah umur yang dijadikan penjaja seks, mucikari hingga pria hidung belang.

Warga sekitar mengaku sudah cukup sering menyampaikan komplain atau keluhan, atas keberadaan Motel Reddoorz Plus Near TIS Square di sana.

Sebab banyak orang keluar masuk ke sana sampai tengah malam lewat, dan musik dari bar di lantai 3 motel dianggap bising dan menganggu ketenangan warga.

Keluhan warga itu disampaikan pengurus RT ke pengelola penginapan, pihak kelurahan dan juga ke Pemprov DKI melalui aplikasi laporan JAKI.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved