Breaking News:

Berita Jakarta

Cerita Sarjana Pertanian Jadi Pilih Menjadi Driver Transjakarta: Saya Termotivasi Anak

Ternyata, Roro bukanlah seseorang dengan background mengemudi ataupun mengenal dunia otomotif awalnya.

Istimewa
Capture zoom Mercedes Mobility Talks, Rabu (21/4/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA-- Mungkin menjadi pramudi perempuan di Transjakarta bukan hal yang mudah bagi sebagian wanita di Jakarta.

Berbeda dengan RR Retno Nurwani atau biasa dipanggil Roro, perempuan asal Jawa Tengah ini mampu menjadi Master Driver Swakelola Transjakarta berkat ketekunannya menjadi pramudi sejak 2015.

Namun ternyata, Roro bukanlah seseorang dengan background mengemudi ataupun mengenal dunia otomotif awalnya.

"Saya basic-nya lulusan pertanian yang harusnya berkecimpung di dunia pertanian. Tetapi saya banting setir menjadi Master Driver di Transjakarta. Awalnya tahun 2006 saya masuk menjadi anggota ticketing yang bertugas di jalur penghubung. Begitu tahun 2008 Transjakarta masuk ke Lebak Bulus saya di oper ke koridor 1 dan tetap menjadi anggota ticketing," tutur Roro saat acara virtual Mercedes Mobility Talks, Rabu (21/4/2021).

Baca juga: Waduh, 3 Juta Peserta Tidak Lanjutkan Asuransi Unit Link Akibat Kesulitan Financial di Masa Pandemi

Baca juga: Aturan Pemilihan Saham untuk Investasi Unit Link Paling Lama Keluar di Juni 2021

Menjadi petugas ticketing digeluti Roro hingga tahun 2009, kemudian tahun 2010 mulai muncul keinginan untuk menjadi seorang pramudi atau driver Transjakarta.

"Motivasi saya itu muncul dari almarhum anak saya, Ajeng. Dia yang bilang bagaimana kalau saya menjadi pramudi Transjakarta agar bisa mengajak Ajeng keliling Jakarta. Tetapi sebelum saya masuk menjadi pramudi di TransJakarta, Allah sudah mengatur jalan Ajeng, ia belum bisa menikmati dan harus kembali ke pangkuan Allah," terang Roro sembari menitikkan air mata.

Usai kepergian sang anak, Roro tetap termotivasi untuk menjadi pramudi di TransJakarta.

Pada 2010, Roro masuk menjadi pramudi di Bianglala Metropolitan sampai tahun 2012.

Namun sang Ibunda menginginkan Roro menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS), sebab basic-nya seorang Sarjana Pertanian.

Baca juga: Si Cantik Airin Lepas Jabatan Walkot, Kapolres Tangsel Tulis Puisi Romantis Berjudul Airinku

"Karena orang tua saya kan orang desa, itu mintanya harus menjadi pegawai negeri. Saya banting setir ke Damri, supaya diakui sebagai pegawai negeri. Tetapi ternyata memang bukan di situ tempat saya untuk melangkahkan kaki. Saya baru 4 hari saya kerja menjadi pramudi di bandara, saya mengalami kecelakaan sepeda motor sepulang kerja," ungkap Roro.

Halaman
123
Editor: Feryanto Hadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved