Breaking News:

Kecelakaan

Penemuan KNKT, 97 Persen Kecelakaan di Tol Cipali Menyebabkan Korban Meninggal

Rata-rata yang kecelakaan di Tol Cipali ini fatalitasnya mencapai 97 persen yang artinya korban meninggal

nurcholis
Mobil Toyota Innova yang ringsek ditimpa bus Safari dalam kecelakaan di Jalan Tol Cipali Km 150, Senin (17/6/2019) dini hari. Dari tempat kejadian perkara, mobil bernopol B 168 DIL itu dievakuasi ke kantor Polisi Jalan Raya (PJR) Kertajati, Kadipaten, Majalengka, Jawa Barat. 

KNKT: Tingkat Fatalitas Kecelakaan di Tol Cipali Mencapai 97 Persen

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -  Investigator Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Ahmad Wildan menilai, penyebab seringnya kecelakaan yang terjadi di Jalan Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) mayoritas tabrakan depan belakang antara kendaraan satu dengan yang lain.

Wildan juga menyebutkan, rata-rata yang kecelakaan di Tol Cipali ini fatalitasnya mencapai 97 persen yang artinya korban meninggal akibat kecelakaan tersebut mencapai 97 persen.

"Penyebab terjadinya kecelakaan di Tol Cipali ini, adalah gap kecepatan antara kendaraan yang cepat dengan yang lambat terlalu lebar," ucap Wildan dalam diskusi virtual, Selasa (20/4/20210.

Baca juga: Lagi, Kecelakaan Tol Cipali Makan Korban, Empat Orang Tewas, ini Kronologinya

Baca juga: Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Ungkap Penyebab Terjadinya Kecelakaan Bus dan Truk di Jalan Raya

Baca juga: Lagi, Kecelakaan Tol Cipali Makan Korban, Empat Orang Tewas, ini Kronologinya

Ia menjelaskan, standar aman gap kecepatan antara kendaraan satu dengan yang lainnya itu 30 kilometer per jam dan bila melebihi itu bisa berpotensi tabrak depan belakang.

Kemudian juga Wildan mengatakan, KNKT melakukan survei dan didapatkan data bahwa gap kecepatan di Tol Cipali bisa mencapai 100 kilometer per jam.

"Hal ini yang menjadi penyebab adanya tabrak depan belakang hampir setiap hari, karena gap kecepatannya terlalu besar," ujar Wildan.

Selain itu menurutnya, di Tol Cipali, truk besar dengan rear underrun protection atau bemper belakang tidak terlihat pada malam hari dan menambah potensi penyebab kecelakaan terjadi.

"Kami mendapatkan data dari PT Lintas Marga Sedaya di Tol Cipali, dan rata-rata kasus kecelakaan lalu lintas mencapai 36 per bulan. Ini hanya di Cipali saja," ucap Wildan.

Faktor kecelakaan bus dan truk yang terjadi di Indonesia, lanjut Wildan, terdiri dari tiga yaitu kendaraan, jalan dan manusia.

Halaman
123
Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved