Breaking News:

Menaker Serahkan Beasiswa Rp115,64 Miliar, untuk 10.451 Anak Ahli Waris Peserta BP Jamsostek

Manfaat beasiswa yang diserahkan itu mencapai Rp115,64 Miliar, untuk 10.451 anak ahli waris peserta BP Jamsostek.

Editor: Mohamad Yusuf
BP Jamsostek
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah bersama Direktur Utama BP Jamsostek, Anggoro Eko Cahyo menyerahkan langsung manfaat beasiswa kepada anak ahli waris peserta BP Jamsostek, Rabu (21/4/2021) 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah menyerahkan langsung manfaat beasiswa kepada anak ahli waris peserta BP Jamsostek, Rabu (21/4/2021).

Manfaat beasiswa yang diserahkan itu mencapai Rp115,64 Miliar, untuk 10.451 anak ahli waris peserta BP Jamsostek.

Bagi ahli waris peserta BPJS Ketenagakerjaan (BP Jamsostek), anak dari pekerja yang meninggal dunia atau Cacat Total Tetap akan mendapatkan bantuan beasiswa.

Baca juga: Kecolongan Derek Liar Masuk Jalan Tol dan Lakukan Pemerasan ke Pengendara, Ini Tanggapan Jasa Marga

Baca juga: Digerebek Warga saat Datangi Rumah Staf Wanitanya Tengah Malam, Pak Kades Ini Ngumpet di Plafon

Baca juga: Isu Reshuffle Kabinet Digelar Pekan Ini, Nama Ahok Mencuat Duduki Posisi Menteri Investasi?

Hal ini sesuai dengan yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 82 Tahun 2019 Tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 44 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Program JKK JKM.

Pembayaran beasiswa ini akhirnya dapat ditunaikan setelah aturan turunan dari PP Nomor 82 Tahun 2019 telah rilis. Adalah Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) Nomor 5 Tahun 2021 tentang Tata Cara Penyelenggaraan Program JKK, JKM dan JHT

Yaitu efektif berlaku pada 1 April 2021 yang mengatur teknis pelaksanaan pemberian manfaat JKK, JKM dan JHT yang salah satunya adalah pembayaran beasiswa pendidikan bagi anak ahli waris pekerja.

Ida Fauziyah pada kegiatan penyerahan Beasiswa bersama BP Jamsostek itu menyampaikan secara simbolis beasiswa kepada anak ahli waris peserta dan mengucap syukur atas implementasi Permenaker Nomor 5 Tahun 2021.

Yaitu yang bertepatan di bulan Ramadan sekaligus memperingati Hari Kartini.

Menurut dia, Permenaker Nomor 5 Tahun 2021 ini sangat dinantikan kehadirannya karena merupakan penggabungan dari tiga Permenaker dan 1 Keputusan Menteri Ketenagakerjaan (Kepmenaker) yang sebelumnya mengatur mekanisme pemberian manfaat jaminan sosial ketenagakerjaan.

Adapun regulasi yang dimaksud oleh Ida adalah Permenaker Nomor 26 tahun 2015, Permenaker Nomor 21 tahun 2017.

Sebagai perubahan dari Permenaker Nomor 1 Tahun 2016, dan Permenaker Nomor 44 Tahun 2015 serta Kepmenaker Nomor 609 tahun 2012.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved