Breaking News:

Berita Daerah

Korban Bencana di NTT Kesal, Dapat Bantuan Hanya Sebutir Telur, Sebungkus Mi Instan dan Sekilo Beras

Sejumlah warga korban bencana alam tersinggung mendapat bantuan hanya sebutir telur, sebungkus mi instan dan satu kilogram beras dari Pemkab Kupang.

Dok Meidel Amtiran
Sejumlah warga korban bencana alam tersinggung mendapat bantuan hanya sebutir telur, sebungkus mi instan dan satu kilogram beras dari Pemkab Kupang, Selasa (20/4/2021). Bantuan tersebut diterima Meidel Amtiran (46), salah seorang warga RT 007 RW 004 Kelurahan Teunbaun, Kecamatan Amarasi Barat, Kabupaten Kupang, NTT dari pemerintah setempat. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Sejumlah warga tersinggung dapat bantuan hanya sebutir telur, sebungkus mi instan dan satu kilogram beras.

Soal bantuan sebutir telur, sebungkus mi instan dan sekilo beras itu terjadi di Kelurahan Teunbaun, Kecamatan Amarasi, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Hal ini, membuat warga yang meripakan korban bencana merasa kesal dan terhina mendapatkan bantuan dari Pemerintah Kabupaten Kupang tersebut.

Sejumlah warga korban bencana tersebut menilai bantuan itu merupakan sebuah penghinaan terhadap mereka.

Baca juga: Ditjen Dukcapil Kemendagri Ganti 36.000 Dokumen Penduduk Terdampak Bencana di NTT dan NTB

Baca juga: Partai Gerindra Beri Bantuan Korban Banjir Bandang NTT, Ahmad Muzani Bahas Ajaran Prabowo Subianto

Baca juga: Ganjar Berangkatkan 18 Relawan dan Bantuan Logistik Rp 500 Juta ke NTT

"Bantuan ini, kami anggap sebuah lelucon. Ini kata kasarnya sudah hina kami. Walaupun kami diterpa bencana seperti ini"

"tapi kami masih ada pisang, kelapa ubi yang nilainya masih lebih tinggi dari bantuan pemerintah," kata warga bernama Amtiran saat dihubungi Kompas.com, Selasa (20/4/2021).

Amtiran juga merasa kesal bantuan diberikan setelah dua pekan bencana melanda yaitu pada 14 dan 17 April.

"Kami masyarakat yang kena musibah langsung di sini bingung dengan pemberian bantuan model begini.

Bantuan berupa satu butir telur, sebungkus mie instan dan beras sekilo diperoleh Meidel Amtiran (46), warga RT 007 RW 004 Kelurahan Teunbaun, Kecamatan Amarasi Barat, Kabupaten Kupang, NTT dari pemerintah setempat. (Dokumen Meidel Amtiran)

Kami tidak habis pikir kok bisa ada bantuan yang model begini padahal bencana besar sekali," ungkap Amtiran.

Halaman
1234
Editor: Panji Baskhara
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved