Breaking News:

Klaim Penyebaran Covid Sudah Melandai, DPRD Kota Bekasi Lebih Melihat Kesiapan Sekolah Gelar PTM

“Secara garis besar di Kota Bekasi kan sudah oranye, jadi bisa dilakukan secara bertahap sekolah mana saja yang sudah siap gelar PTM dengan prokesnya

Warta Kota
Suasana kelas saat dimulainya PTM berbasis ATHB-SP di SMPN 2 Kota Bekasi, Bekasi Timur, Kota Bekasi pada Senin (22/3/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI --- Melandainya kasus temuan Covid-19 di Kota Bekasi bisa menjadi angin segar penyelenggaraan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas berbasis adaptasi tatanan hidup baru (ATHB-SP).

Sardi Effendi, Ketua Komisi IV DPRD Kota Bekasi menjelaskan pengajuan sekolah yang menyelenggarakan PTM kini tak lagi memperhitungkan zona penyebaran di tingkat RT/RW.

“Awalnya begitu (zona penyebaran), tapi sekarang kami lebih melihat kepada kesiapan sekolahnya. Kalau warna hijau, oranye dan lainnya memang sudah diterapkan, tapi sekarang kan sudah turun,” kata Sardi saat dikonfirmasi, Senin (19/4/2021).

Dengan demikian, sekolah yang terletak di wilayah RT/RW zona oranye dinilainya tetap bisa mengajukan PTM terbatas dengan melihat radius dan jumlah pasien di lokasi tersebut.

“Secara garis besar di Kota Bekasi kan sudah oranye, jadi bisa dilakukan secara bertahap sekolah mana saja yang sudah siap gelar PTM dengan prokesnya yang ketat,” ungkapnya.

Namun demikian, ia tetap menekankan kepada Dinas Pendidikan untuk menunda PTM terbatas mana kala terdapat temuan kasus Covid-19 di lingkup sekolah.

“Sejauh ini belum ada temuan. Tapi kalau memang di sekolah ada yang positif, maka harus langsung dihentikan. Kalau tidak ada, dilanjutkan. Sifatnya memang kombinasi antara daring dan PTM,” tutur Sardi.

Ia pun mengimbau kepada orang tua murid untuk mempercayakan anak-anaknya agar kembali belajar di sekolah seiring dengan meningkatnya jumlah tenaga pengajar yang divaksinasi.

“Kami harap Covid-19 segera selesai, tapi memang bertahap dan sesuai dengan adaptasi tatanan hidup baru yang diberlakukan di Kota Bekasi,” katanya.

Tetap mawas diri

Meski melandai, Sardi mengharapkan Pemkot Bekasi tetap mawas diri dengan meningkatkan jumlah masyarakat yang divaksinasi, terutama guru dan tenaga pendidik.

“Lebih mengarah pada kesiapan KBM, karena guru terutam harus divaksinasi, namun sekarang belum merata. Kami sudah minta sinergi antara dinas kesehatan dan pendidikan agar mendata guru dan tenaga pendidikan agar lebih diprioritaskan,” ungkapnya.

Bertambahnya jumlah tenaga pengajar yang divaksinasi akan berdampak pada meningkatkan kepercayaan orang tua murid menyerahkan anak-anaknya kembali belajar di sekolah.

Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Dedy
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved