Breaking News:

Ramadan

Dari Kantor Biro Arsitektur Hingga Menjadi Masjid Cut Meutiah

Bangunan itu awalnya diperuntukkan sebagai kantor biro arsitektur dan pengembang bernama NV De Bauploeg

tribunnews.com
Masjid Cut Meutia, di Jalan Taman Cut Meutia Nomor 1, Kelurahan Kebon Sirih, Menteng, Jakarta Pusat. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Kota Jakarta, yang dahulu bernama Batavia saat dijajah Belanda, memiliki sederet bangunan bersejarah khas.

Dari beberapa bangunan bersejarah, terdapat satu bangunan yang dapat dikatakan unik, lantaran kini bangunan tersebut difungsikan sebagai masjid. Namanya adalah Masjid Cut Meutia, letaknya di Jalan Taman Cut Meutia Nomor 1, Kelurahan Kebon Sirih, Menteng, Jakarta Pusat.

Bagi orang yang baru pertama kali melihat bangunan tersebut pasti tak akan meyangka bahwa bangunan tersebut merupakan masjid. Hal itu lantaran arsitektur masjid yang mencirikan bangunan perkantoran di era kolonial Belanda.

Baca juga: Viral Dua Remaja Korban Penusukan Dibawa ke RS, Satu Tewas, Polisi Duga Masalah Pertandingan Futsal

Baca juga: Makna Hari Kartini di Masa Pandemi Covid-19, Berikut Penjelasan Kapolsek Pondok Aren AKP Riza Sativa

Bangunan itu awalnya diperuntukkan sebagai kantor biro arsitektur dan pengembang bernama NV De Bauploeg yang selesai dibangun tahun 1910 oleh Pieter Adriaan Jacobus Moojen.

“Memang ini masjid gedungnya peninggalan Belanda yang dibangun Moojen lebih kurang tahun 1910,” kata Ketua Harian Pengurus Masjid Cut Meutia, Koko, baru-baru ini.

Setelah itu, bangunan berganti fungsi seiring zaman. Sempat menjadi kantor Wali Kota Jakarta Pusat, Kantor Perusahaan Daerah Air Minum, Kantor Pos, kantor Dinas Perumahan Jakarta hingga kantor Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara (MPRS).

Akhirnya, melalui Surat Keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 5184/1987 tertanggal 18 Agustus 1987, bangunan itu resmi menjadi sebuah masjid.

Baca juga: Arief R Wismansyah Bahas Perkembangan Persikota dan Asrama Haji dengan Wakil Ketua DPR RI

Baca juga: Ayah Andritany, Talih Ardhiyasa, Tidak Menyangka Indra Kahfi Menjadi Pemain Sepak Bola Profesional

“Pernah juga dipakai untuk kantor MPRS, kantor tanah, kantor agama hingga dipakai terakhir di awal tahun 60an dipakai Pak AH Nasution (Ketua MPRS 1966-1972) untuk salat sebelum sebagai masjid. SK keluar tahun 1987 resmi gedung dan tanah ini ada SK oleh Gubernur Ali Sadikin diperuntukkan untuk tempat ibadah,” ucap Koko.

Bergaya Eropa

Ketua Umum Remaja Islam Masjid Cut Meutia (RICMA), Muhammad Husein, menambahkan, bangunan ini tingginya sekitar 24 meter dan hanya terdiri dari dua lantai saja.

Halaman
12
Editor: Agus Himawan
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved