Breaking News:

Gizi Buruk

Angka Gizi Buruk Sangat Tinggi Pemkab Tangerang Gelar Rembuk Stunting

Sebagai langkah aksi percepatan penurunan stunting di wilayah Kabupaten Tangerang, Pemerintah Kabupaten Tangerang gelar Rembuk Stunting Tahun 2021.

Warta Kota/Andika Panduwinata
Wakil Bupati Tangerang, Mad Romli, menghadiri acara Rembuk Stunting Tahun 2021. Acara tersebut berlangsung di Ballroom Hotel Grand Sol Marina, Jatiuwung, Kota Tangerang. 

WARTAKOTALIVE.COM, TANGERANG - Sebagai langkah aksi percepatan penurunan stunting di wilayah Kabupaten Tangerang, Pemerintah Kabupaten Tangerang gelar Rembuk Stunting Tahun 2021.

Acara tersebut berlangsung di Ballroom Hotel Grand Sol Marina, Jatiuwung, Kota Tangerang.

“Pelaksanaan Rembuk Stunting ini merupakan langkah strategis dalam mencanangkan dan mendeklarasikan komitmen bersama Pemerintah Kabupaten Tangerang dengan para pemangku kepentingan mengenai rencana intervensi penurunan stunting yang terintegrasi,” ucap Wakil Bupati Tangerang Mad Romli, Rabu (21/4/2021).

Hal tersebut tertuang pada ketetapan Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 16 Tahun 2020 tentang Percepatan Pencegahan Stunting Terintegrasi di Kabupaten Tangerang.

Baca juga: Prilly Latuconsina Kampanye Program Stunting Gara-gara Prihatin Gizi Buruk Anak

Baca juga: Tak Punya Uang Bocah di Sukajaya Alami Gizi Buruk, DPRD Kabupaten Bogor Minta Perhatian Pemkab Bogor

Di Kabupaten Tangerang sendiri masih terdapat beberapa desa yang memiliki angka stunting yang cukup tinggi.

Dan upaya penurunan stunting diprioritaskan pada 10 desa lokus.

Sepuluh desa lokus tersebut yaitu Desa Tegal Angus (Tegal Angus), Desa Muara (Tegal Angus), Desa Rajeg Mulya (Rajeg), Desa Pondok Jaya (Sepatan), Desa Tanjung Pasir (Tegal Angus), Desa Sukasari (Rajeg), Desa Sasak (Mauk), Desa Banyuasih (Mauk), Desa Tanjakan (Rajeg) dan Desa Rancaliat (Kresek).

Kepala Bappeda Kabupaten Tangerang Taufik Emil mengatakan berdasarkan data yang diperoleh, prevalensi balita stunting pada tahun 2020 mengalami penurunan dari tahun sebelumnya.

“Pada tahun 2019, prevalensi balita stunting di wilayah Kabupaten Tangerang sebesar 12% dan pada tahun 2020 sebesar 8,5% sekitar 15.318 balita," ucapnya.

Stunting sendiri merupakan kekurangan gizi buruk pada anak dalam 1000 Hari Pertama Kelahiran (HPK).

Halaman
12
Penulis: Andika Panduwinata
Editor: Valentino Verry
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved