Breaking News:

Berita Video

VIDEO Pembagian Bansos Ciptakan Kerumunan, DPRD Kabupaten Bogor Minta Prokes Tidak Diabaikan

“Seharusnya kerumunan itu tidak boleh terjadi. Protokol kesehatan harus ketat dijalankan karena pandemi belum berakhir,” kata Muhibi

WARTAKOTALIVE.COM, CIBINONG - Pemerintah sedang melakukan pembagian Bantuan Sosial Tunai (BST) bagi warga kurang mampu di seluruh Indonesia.

Bantuan sosial ini juga diterima sebagian warga di Kabupaten Bogor.

Namun antusiasme yang tinggi membuat penerima mengabaikan protokol kesehatan. Hal ini terjadi di Ciampea dan beberapa tempat lain di Kabupaten Bogor.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Bogor Ridwan Muhibi meminta agar panitia pembagian bansos tetap menjaga protokol kesehatan.

“Seharusnya kerumunan itu tidak boleh terjadi. Protokol kesehatan harus ketat dijalankan karena pandemi belum berakhir,” kata Muhibi kepada Wartakotalive.com, Selasa (20/4/2021).

Kalau ada kerumunan, lanjut dia, berarti pengawasan dari panitia lemah.

“Panitia seharusnya menyampaikan kepada warga agar tetap menjaga jarak,” ungkapnya.

Untuk menghindari kerumunan, panitia bisa mengatur kuota per jam atau per hari sehingga tidak ada kerumunan.

“Penyelenggara bisa mengatur itu. Misalnya kuota 20 atau 30 orang setiap sesi,” papar Muhibi.

Dia meminta agar Satgas Covid-19 memberikan teguran bagi panitia penyelenggara jika ada kerumunan.

“Harus dikasih pelajaran itu kalau ada pelanggaran,” pungkasnya.

Penulis: Hironimus Rama
Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved