Breaking News:

Kriminalitas

Perburuan Hewan Dilindungi Masih Marak di Sumbar, Polisi Amankan 2 Orang Penadah Satwa Liar

Perjualbelikan Sisik Trenggiling dan Paruh Burung Rangkong, Dua Orang Ditangkap Polisi. Keduanya Terancam 5 Tahun penjara dan denda Rp 100 Juta

Daily Mail
Santapan dari spesies trenggiling banyak dinikmati warga Cina, tapi hewan ini didapati bisa menjadi perantara, yang memungkinkan virus corona menyebar dari kelelawar ke manusia, demikian klaim yang diungkap para ilmuwan Cina. 

WARTAKOTALIVE.COM, SEMANGGI - Direktorat Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri bersama Balai Gakkum Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) wilayah Sumatera Barat, menangkap dua orang pria yang diketahui memperjualbelikan satwa dilindungi. 

Kedua orang itu adalah JAN dan LAL yang dibekuk di SPBU Kumpulan Jorong Tabiang, Kecamatan Bonjol, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat pada 14 April 2021.

Dari tangan keduanya, pihak Kepolisian menyita sebanyak 35 kilogram sisik trenggiling dan tiga buah paruh burung rangkong.

Trenggiling dan Burung Rangkong adalah satwa langka yang dilindungi dan dilarang untuk diperjualbelikan.

Baca juga: Tak Berizin, Pemprov DKI Bakal Tindak PO dan Kandangkan Bus di Terminal Bayangan Jalan Ciputat Raya

Kabag Penum Divisi Humas Polri, Kombes Ahmad Ramadhan mengatakan penangkapan keduanya berdasarkan laporan polisi nomor nomor 240/IV/2021/Bareskrim/ pada tanggal 14 April 2021.

"Tim Direktorat Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri bersama-sama aparat Balai Gakkum Lingkungan Hidup dan Kehutanan atau LHK wilayah Sumatera Barat, melakukan penindakan terhadap dua orang yang diduga memperniagakan satwa yang dilindungi, yaitu sisik Trenggiling dan paruh Burung Rangkong," kata Ramadhan di Mabes Polri, Selasa (30/4/2021).

Baca juga: PT Agung Intiland Diduga Bermasalah, Pemerintah Kabupaten Tangerang Diminta Tegas Cabut Izin Lokasi

Dari tangan dua pelaku yakni JAN dan LAL, kata Ramadhan, disita barang bukti satu unit mobil, satu buah ponsel, 35 kilogram sisik trenggiling dan tiga buah paruh burung rangkong.

"Atas perbuatannya kedua tersangka dikenakan Pasal 21 ayat 2 huruf d junto Pasal 40 ayat 2 Undang-undang Nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem," kata Ramadhan.

"Dengan ancaman hukuman sanksi pidana penjara lima tahun dan denda paling banyak Rp 100 Juta," ujarnya. (bum)

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Dwi Rizki
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved