Breaking News:

Virus Corona

Menag Yaqut Cholil Qoumas Tegaskan Mudik Dilarang

Dari hasil rapat yang membahas penanganan Covid-19 di Kantor Presiden, Pemerintah tegaskan mudik masih dilarang

Penulis: Alex Suban
Editor: Alex Suban
Biro Pers Setpres/Kris
Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas didampingi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (kiri) dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memberi penjelasan hasil rapat yang membahas penanganan Covid-19 di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (19/4/2021). 

RINGKASAN BERITA 

  • Mudik masih dilarang, ini penjelasannya
  • Ibadah-ibadah sunah di bulan Ramadan masih diperbolehkan dengan aturan khusus
  • Aturan PPKM Mikro diperpanjang
  • Program PPKM dan PPKM Mikro berhasil kendalikan perkembangan kasus Covid-19
  • Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin ajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga diri dengan menjalankan protokol kesehatan

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Pemerintah tetap pada keputusan untuk meniadakan mudik Idulfitri tahun 2021.

Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menjelaskan bahwa pemerintah memiliki dasar dalam mengambil keputusan tersebut.

"Jadi sampai sekarang, sampai keputusan tadi rapat bersama Bapak Presiden dan para menteri, Panglima TNI, dan Kapolri, mudik dilarang. Kenapa dilarang? Karena kita memiliki dasar," ujar Menteri Agama saat memberikan keterangan pers bersama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (19/4/2021).

Baca juga: Mudik Lebaran Dilarang, Dishub DKI Jakarta Masih Menunggu Keputusan Kemenhub RI Soal Penggunaan SIKM

Baca juga: Menag Yaqut: Mudik Paling Banter Hukumnya Sunah, Sementara Jaga Kesehatan Wajib

Menag menjelaskan bahwa hukum mudik adalah sunah.

Sementara menjaga kesehatan diri, keluarga, dan lingkungan itu hukumnya wajib.

Oleh karena itu, ia memandang bahwa perkara wajib jangan sampai digugurkan oleh perkara sunah.

"Jadi larangan mudik ini lebih ditekankan karena kita semua, pemerintah terutama ini, ingin melindungi diri kita dan seluruh warga negara ini agar terjaga dari penularan Covid-19,"

Sementara itu, terkait ibadah-ibadah sunah di bulan Ramadan seperti salat tarawih dan iktikaf, tetap diperbolehkan dengan pembatasan 50 persen dari kapasitas masjid atau musala.

Menurut Menag, hal tersebut pun hanya berlaku di daerah dengan zona hijau dan zona kuning.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved