Wawancara Eksklusif

Wakil Wali Kota Depok Imam Budi Hartono Mendadak Jadi James Bon untuk Bayar Kuliah (2-Habis)

Wakil Wali Kota Depok Imam Budi Hartono mengaku pernah menjadi James Bon saat masih kuliah. Simak kisah hidup IBH dalam menjalani liku-liku kehidupan.

Penulis: Eko Priyono | Editor: Lucky Oktaviano
Tim dokumentasi Budi Hartono
Wakil Wali Kota Depok Imam Budi Hartono saat proses pengambilan sumpah jabatan secara virtual di rumah sakit di Kota Depok, Jawa Barat, Jumat (26/2/2021). Imam Budi Hartono mengaku pernah menjadi James Bon saat kuliah di Universitas Indonesia (UI). 

WARTAKOTALIVE.COM, DEPOK -- James Bond, karakter fiksi agen rahasia asal Inggris ini ternyata ada di Kota Depok, Jawa Barat.

Dialah Imam Budi Hartono, Wakil Wali Kota Depok. Namun IBH--sapaan akrabnya--bukan James Bond dalam konteks sebenarnya yakni agen intelijen yang piawai melakukan penyamaran dan menyusup ke tengah-tengah pihak lawan.

Lalu IBH itu "James Bond" yang seperti apa?

Berikut lanjutan wawancara eksklusif Warta Kota dengan Imam Budi Hartono yang berlangsung di sela-sela inspeksi mendadak di Pasar Agung, Kota Depok, Jawa Barat, Senin (12/4) lalu:

Bisa diceritakan bagaimana awalnya pak IBH terjun ke politik, menjabat lima periode di ranah Legislatif, dan kini menjadi orang nomor dua di Kota Depok?

Saya sejak SMA terbiasa aktif di organisasi terutama yang sifatnya keagamaan. Kalau di masyarakat saya aktif di yayasan sosial sehingga di Depok saya biasa beraktivitas.

Saya melakukan itu sejak zaman reformasi karena terhubung antaruniversitas satu dengan lainnya terhadap aktivitas dakwah kampus.

Jadi setelah itu kami memutuskan untuk mendirikan partai dan saya diajak untuk masuk ke dalam partai tersebut yaitu Partai Keadilan (nama awal sebelum berganti nama menjadi Partai Keadilan Sejahtera di tahun 2003).

Waktu itu saya dari mulai jadi Ketua (Partai Keadilan) Kecamatan. Saat Depok menjadi kota, saya menjadi Ketua DPD Partai Keadilan (PK) pertama di Kota Depok. Sehingga tahun 1999 ada pencalonan di DPRD Kota Depok, saya dicalonkan dan terpilih sebagai anggota DPRD.

Sejak itulah karier saya pindah dari seorang guru pendidik yang tukang insinyur.

Saya memang belum pernah masuk ke bidang ke teknik, pernah ke (PT) Arun (Natural Gas Liquefaction) selama tiga bulan sebagai perusahaan yang bergerak di bidang LNG (Liquefied natural gas atau gas alam cair) tapi setelah itu saya banyak aktif di bidang pendidikan.

Mundur ke masa pak IBH sebagai mahasiswa Teknik Kimia di Universitas Indonesia (UI), bisa dikisahkan bagaimana melewati masa tersebut, apa saja suka dukanya?

Karena latar belakang ibu saya adalah ibu rumah tangga dan bapak saya seorang sopir, dengan sedikit permasalahan ekonomi yang kurang, terpaksa memang saya mencari duit sendiri.

Rumah saya tuh agak jauh ya dari UI tapi enggak bisa kos (karena enggak ada uangya).

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved