Breaking News:

Berita Video

VIDEO Bantuan Sosial Tunai Dipotong Aparat Desa Rp300 Ribu, Warga Klapanunggal Bogor Lapor Polisi

Tati Herawati (62), perwakilan warga, mengatakan seharusnya mereka menerima Rp 600.000 untuk jatah bulan April - Mei 2021.

WARTAKOTALIVE.COM, CIBINONG - Sekira 17 orang warga Desa Klapanunggal, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor melaporkan penyelewengan dana Bantuan Sosial Tunai (BST) ke Polres Bogor pada Senin (19/4/2021).

Mereka melaporkan tindakan sejumlah aparat desa yang memotong 50 persen dana tunai yang seharusnya mereka terima dari pemerintah.

Tati Herawati (62), perwakilan warga, mengatakan seharusnya mereka menerima Rp 600.000 untuk jatah bulan April - Mei 2021.

Namun setelah dana diterima, aparat desa memotong Rp 300.000 dan dialihkan ke orang lain.

“Kemarin kita diundang untuk terima dana BST ke SMP Negeri 1 Klapanunggal,” kata Tati kepada Wartakotalive.com, Senin (19/4/2021).

Setelah penyerahan uang BST di panggung, petugas Linmas lalu menggiring warga ke sebuah ruang sekolah.

“Kami digiring seperti bebek ke sebuah ruangan. Kami disuruh untuk menandatangani dokumen oleh aparat desa,” ujarnya.

"Ketika saya tanya, ada apa ini? Petugas bilang, uang ibu dialihkan Rp 300 ribu, untuk yang belum terima bantuan,” imbuh Tati.

Dia keberatan karena tidak ada pemberitahuan sebelumnya terkait hal ini.

“Katanya udah sepakat di musrembang atau apa, saya kan gak tahu," ungkapnya.

Sepengetahuan Tati, dana program BST Presiden Jokowi tidak bisa dipotong atau dibagi dengan warga lain.

“Walaupun ada musyawarah luar biasa desa, pemotongan itu tidak bisa dilakukan. Karena itu, kami melaporkan hal ini ke Polres Bogor," ungkap Tati.

Pantauan Wartakotalive.com, warga yang datang melapor didominasi ibu-ibu.

Mereka berkumpul di depan Polres Bogor lalu bersama-sama masuk ke dalam untuk membuat laporan.

Penulis: Hironimus Rama
Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved