Breaking News:

Kasus Rizieq Shihab

Terungkap Kerumunan Rizieq Shihab di Megamendung Capai 3.000 Orang dan Berkumpul Lebih dari 3 Jam

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Bogor Agus Ridhallah menyebut, sekitar 3.000 hadir menyambut kedatangan Rizieq Shihab di Megamendung

TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Kedatangan Pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq di Puncak Bogor disambut ribuan simpatisan, Jumat (13/11/2020). Terungkap di persidangan hari ini jumlahnya lebih dari 3.000 dan tak patuhi protokol kesehatan 

WARTAKOTALIVE.COM, BOGOR -- Sidang kasus  kerumunan dengan tersangka Rizieq Shihab digelar di Pengadilan Negeri, Jakarta Timur.

Dalam sidang itu terungkap kerumunan Rizieq Shihab mencapai 3.000 orang.

Bukan itu saja, kerumunan menyambut Rizieq tanpa protokol kesehatan seperti tanpa menggunakan masker, tidak jaga jarak, dan melakukan pertemuan lebih dari 3 jam.

Baca juga: Rancang Ledakkan Bom di SPBU Bogor, Saiful Basri Sempat Ikuti Sidang Rizieq Shihab Tiga Kali

Baca juga: Ditanya Rizieq Shihab Soal Motivasi Pidanakan Dirinya, Bima Arya: Murni Hanya Melindungi Warga Saya

Dalam kasus tersebut Rizieq Shihab yang kini mendekam di penjara menjadi tersangka tunggal.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Bogor Agus Ridhallah menyebut, sekitar 3.000 orang yang hadir menyambut kedatangan Rizieq Shihab di Megamendung pada Jumat (13/11/2020).

Hal itu disampaikan Agus saat menjadi saksi dalam sidang kasus kerumunan Megamendung dengan terdakwa Rizieq Shihab di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Senin (19/4/2021).

Ilustrasi Habib Rizieq Shihab duduk di kursi terdakwa di PN Jakarta Timur
Ilustrasi Habib Rizieq Shihab duduk di kursi terdakwa di PN Jakarta Timur (Tribunnews.com)

"Yang hadir cukup banyak jadi informasinya kurang lebih tiga ribuan orang di lapangan," kata Agus dalam persidangan, Senin, dikutip dari Tribunnews.com.

Baca juga: RSPAD Gatot Soebroto Janji Laporkan Efek Samping Vaksin Nusantara kepada BPOM, Ikuti Kaidah Ilmiah

Agus mengatakan, jumlah tersebut diketahui dari laporan yang ia terima. Sebab, saat itu ia sedang bekerja dari rumah atau work from home (WFH).

Ia menambahkan, dari ribuan orang yang hadir saat itu, banyak di antaranya merupakan masyarakat dari luar Megamendung.

"Berdasarkan data itu banyak (masyarakat) dari luar, bukan warga Megamendung dan pondok pesantren itu sendiri," kata dia.

Halaman
1234
Editor: Wito Karyono
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved