Tanggul Jebol, Banjir Sebetis Orang Dewasa Melanda Saat Warga Jalan Mujair Depok Jaya Berbuka Puasa

"Tiba-tiba aja air langsung masuk ke rumah dan ketinggian mencapai sebetis orang dewasa. Saya juga kaget karena memang tiba-tiba saja," katanya.

Penulis: Vini Rizki Amelia | Editor: Dedy
Warta Kota/Vini Rizki Amelia
Wakil Wali Kota Depok Imam Budi Hartono (tengah) mengecek ke lokasi banjir akibat jebolnya tanggul Kali Cabang Tengah didampingi Kepala SDA Provinsi Jabar (kanan) dan Ketua LPM Depok Jaya (kiri) di Kelurahan Depok Jaya, Kecamatan Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat, Minggu (18/4/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, PANCORAN MAS --- Sebanyak  21 rumah warga di Jalan Mujair, RT 08/09, Kelurahan Depok Jaya, Kecamatan Pancoran Mas menjadi korban banjir akibat jebolnya tanggul Kali Cabang Tengah yang berada tepat di seberang permukiman warga.

Ketua RT 08 Heri Cahyono mengatakan, peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (17/4/2021) sekira pukul 18.00 WIB.

"Ada 2 RT yang terdampak RT 08 dan RT 07 totalnya ada 21 rumah dan 1 masjid terendam. Paling banyak di RT 08 ada 18 rumah," ujar paparnya kepada Wartakotalive.com saat ditemui di rumahnya yang tengah dibersihkan pasca kebanjiran di Kelurahan Depok Jaya, Kecamatan Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat, Minggu (18/4/2021).

Ketika itu, Heri mengatakan dirinya dan keluarga tengah berbuka puasa namun tiba-tiba air kali mengalir cukup deras ke rumahnya.

"Tiba-tiba aja air langsung masuk ke rumah dan ketinggian mencapai sebetis orang dewasa. Saya juga kaget karena memang tiba-tiba saja," katanya.

Ini adalah bencana banjir ketiga kalinya yang dialami warga sekitar sejak pertama kali terjadi pada 12 Maret 2021 lalu.

Menurut Heri, luapan air terjadi setelah adanya perbaikan tanggul.

Sebab, tanggul baru tersebut berada lebih tinggi dari aliran air sehingga air mengalir ke arah pintu air yang ada di sisi kanan tanggul dari datangnya air.

"Jadi air tertahan sehingga meluap dan akhirnya jebol. Baru kali ini (alami banjir) sejak 43 tahun saya tinggal di sini," tuturnya.

Beruntung, kata Heri, tak adanya korban jiwa maupun luka-luka akibat peristiwa tersebut.

Sebelum akhirnya jebol, Heri mengaku pihaknya telah menyampaikan keluhan terkait tanggul yang membuat luapan air kali menghampiri rumah warga.

"Katanya waktu itu memang mau dibenerin April ini tapi ternyata dah keburu jebol duluan," imbuh Heri.

Kini di sekitar lokasi air sudah tak tampak lagi hanya saja warga harus berjibaku membersihkan sisa-sisa banjir yang cukup menguras tenaga.

Meski tak ada korban jiwa, namun warga harus menelan pil pahit rusaknya perabotan rumah tangga akibat terendam air.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved