Breaking News:

Kriminalitas

Tak Hanya Disetubuhi, Anak Anggota Dewan Juga Paksa PU Layani 4-5 Pria Hidung Belang Lewat MiChat

Tak Hanya Disetubuhi, Anak Anggota Dewan Juga Paksa PU Layani 4-5 Pria Hidung Belang. PU Ditawarkan Seharga Rp 400.000 Sekali Kencan

Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Dwi Rizki
Warta Kota
Rumah kost yang menjadi lokasi pemerkosaan PU (15) oleh AT (21) anak anggota dewan di Sepanjang Jaya, Rawalumbu, Bekasi. Tidak hanya disetubuhi, anak di bawah umur itu pun dijual kepada pria hidung belang seharga Rp 400.000 lewat aplikasi MiChat 

WARTAKOTALIVE.COM, RAWALUMBU - Tak hanya disetubuhi, Komisioner KPAD Kota Bekasi, Novrian mengungkapkan AT (21) seorang anak anggota dewan diketahui menjual PU (15) kepada pria hidung belang.

PU yang diduga dijual oleh AT kepada pria-pria hidung belang melalui aplikasi MiChat, disebutnya akan dianiaya apabila menolak melayani nafsu birahi pelanggannya.

"Dari pengakuan korban ada indikasi pemaksaan dan kekerasan dan jelas ada manipulasi sebenarnya, karena anak adalah orang yang belum cukup dewasa secara psikologis dan secara sosial," kata Novrian di kawasan Sepanjang Jaya, Rawalumbu, Kota Bekasi, Senin (19/4/2021).

AT yang merupakan anak seorang anggota DPRD Kota Bekasi, memegang kendali atas akun aplikasi MiChat yang mengatasnamakan PU.

Ia pula yang melakukan negosiasi kepada pelanggan dengan bayaran sebesar Rp 400.000.

Dalam sehari, Novrian menjelaskan PU dipaksa untuk melayani 4-5 laki-laki hidung belang di kamar kos yang disewa oleh AT.

Baca juga: PT Agung Intiland Diduga Bermasalah, Pemerintah Kabupaten Tangerang Diminta Tegas Cabut Izin Lokasi

"Aplikasi MiChat yang pegang si pelaku, dia yang operasikan termasuk negosiasi. Pengakuannya Rp 400.000. Uangnya dipegang si pelaku. Dia satu bulan di sini disekap. Enggak boleh kemana-mana," ujarnya.

Novrian mengatakan sebelumnya PU juga diiming-imingi oleh AT agar bekerja menjual pisang goreng.

AT membujuk PU untuk tinggal bersamanya di kos tersebut dengan alasan efisiensi waktu bekerja lantaran letak rumahnya yang agak jauh.

Ketika itu lah mereka berpacaran dan AT pun menyetubuhi PU.

Bahkan, setelah sekian lama, AT menjual PU dan melarangnya pulang selama sebulan, terhitung selama Februari hingga Maret.

"Korban awalnya diiming-imingi kerjaan untuk menjadi pekerja di pisang goreng. Pelalu bilang biar mempermudah kerjaan, tinggal di sini saja, kosan. Ternyata, pekerjaan enggak ada, yang terjadi malah eksploitasi seksual di sini," tutur Novrian. (abs)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved