Breaking News:

Bulan Suci Ramadan

Melongok Pabrik Cincau Hitam di Tenjolaya Bogor, dari Daun Jadi Minuman Segar Teman Berbuka Puasa

Cincau hitam menjadi salah satu makanan herbal yang banyak dicari masyarakat saat bulan suci Ramadan.

Warta Kota/Yudistira Wane
Pekerja di sentra produsen cincau hitam di Kecamatan Tenjolaya, Kabupaten Bogor tengah mengolah cincau. Dari tempat inilah cincau hitam disalurkan ke seluruh wilayah Jakarta dan sekitarnya dan mewarnai aneka minuman menu berbuka puasa. (Warta Kota/Yudistira Wane) 
  • Pabrik pengolahan cincau hitam di Tenjolaya, Bogor kebanjiran pesanan di Bulan Ramadan.
  • Harga daun cincau hitam di tingkat petani Rp 7.000 per kilogram.
  • Sebelum diproses, daun dikeringkan selama dua hari dan pengolahan memakan waktu 5 jam.

WARTAKOTALIVE.COM, TENJOLAYA - Cincau hitam menjadi salah satu makanan herbal yang banyak dicari masyarakat saat Bulan Suci Ramadan.

Sebab, cincau hitam cocok menjadi minuman menyegarkan saat berbuka puasa, selain itu cincau hitam juga dipercaya dapat mencegah panas dalam.

Berbicara cincau hitam, Bumi Tegar Beriman rupanya menjadi salah satu produsen makanan herbal tersebut. 

Baca juga: Produsen Cincau Hitam di Tenjolaya Bogor Kebanjiran Pesanan selama Bulan Suci Ramadan

Salah satu sentra produksi adalah Kecamatan Tenjolaya yang memiliki dua hektar lahan pertanian ditanami pohon cincau.

Namun sebelum cincau hitam itu didistribusikan ke pasar-pasar tradisional di Bogor dan Sukabumi, ada beberapa tahapan yang harus dilalui dalam proses pembuatannya.

Produsen cincau hitam di Desa Gunung Mulya, Tenjolaya,  Dede mengatakan, bahan baku cincau hitam dibeli dari petani daun cincau dengan harga Rp 7.000 per kilogram.

Baca juga: Penjual Cincau Ini Dulunya Manajer Bergaji Rp 100 Juta per Bulan, Gergelimang Harta, Begini Kisahnya

Lebih lanjut, Dede menjelaskan daun cincau itu terlebih dahulu harus dikeringkan selama 2 hari.

Daun cincau kering lalu diolah dengan proses mixer di air yang mendidih sebelum akhirnya dicetak pada sebuah tempat.

Secara keseluruhan, Dede menjelaskan, proses pengolahan daun cincau menjadi cincau hitam itu sekali produksi membutuhkan waktu paling lama sekitar 5 Jam.

"Pertama  proses daun yang sudah dikeringkan dimasukkan ke dalam wadah yang sudah diisi air mendidih, lalu diaduk sampai halus selama dua jam," ujarnya.

Baca juga: Hebat! Pedagang Es Cincau ini Piawai Bahasa Inggris dan Jerman

"Setelah itu di pindahkan ketempat penyaringan dan dimasukkan ke dalam tempat pengolahan terakhir yang dicampur dengan tepung tapioka lalu dimasukkan ke dalam kaleng cetakan dan ditunggu sampai satu jam," sambungnya.

Pekerja di sentra produsen cincau hitam di Kecamatan Tenjolaya, Kabupaten Bogor tengah mengolah cincau. Dari tempat inilah cincau hitam disalurkan ke seluruh wilayah Jakarta dan sekitarnya dan mewarnai aneka minuman menu berbuka puasa.
Para pekerja merebus perasan daun cincau hitam di sentra produsen cincau hitam di Tenjolaya, Bogor.

Sementara itu, Dede mengaku bahwa saat Ramadan tiba omzer penjualan cincau hitam yang diproduksi itu mengalami peingkatan signifikan.

Dari semula hanya 50 kaleng sekali produksi, pada Bulan Ramadan ini produksinya mencapai 200 kaleng sekali olah.

"Untuk harga jual ada kenaikan dari semulanya Rp 45.000, saat Ramadan harga jual ke pedagang itu Rp 50.000. Naik Rp 5.000 per kalengnya. Untuk pemasaran itu ke pasar tradisional yang ada di Bogor dan Sukabumi," tuturnya.

Penulis: Yudistira Wanne
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved