Breaking News:

Bulan Suci Ramadan

Masjid Babah Alun, Akulturasi Tiongkok-Indonesia-Islam di Kolong Tol

Masjid bergaya arsitektur khas Tionghoa tersebut dibangun pada tahun 2017 oleh pengusaha asal Tionghoa Mohamad Jusuf Hamka.

tribunnews.com
Ornamen khas Tionghoa menghiasi masjid Babah Alun yang berada di kolong tol Ir Wiyoto Wiyono, Tanjung Priok, Jakarta Utara. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Dennis Destryawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Suasana asri begitu terasa di Masjid Babah Alun. Ornamen khas Tionghoa menghiasi masjid yang berada di kolong tol Ir Wiyoto Wiyono, Tanjung Priok, Jakarta Utara, tersebut.

Terdapat 99 Asmaul Husna dengan perpaduan bahasa Arab dan Tionghoa.

Masjid ini tepat berada di kolong tol. Samar terdengar suara klakson mobil dari atas tol. Masjid di kelilingi permukiman warga.

Masjid berubin warna putih dengan cat dasar hijau. Memang bangunannya menyerupai kelenteng.

Masjid bergaya arsitektur khas Tionghoa tersebut dibangun pada tahun 2017 oleh pengusaha asal Tionghoa Mohamad Jusuf Hamka.

Dengan tujuan awal menjadi pusat dakwah Islam sekaligus objek wisata religi di kawasan Jakarta Utara.

Jusuf Hamka berharap mampu membangun seribu masjid bernuansa Tionghoa di seluruh Indonesia untuk mensyiarkan agama Islam. 

Masjid diberi nama Babah Alun. Babah merupakan sebutan untuk 'bapak', sedangkan Alun adalah nama kecil dari Jusuf Hamka.

Sebelum menjadi masjid, lokasi tersebut merupakan tumpukan sampah.

Halaman
123
Editor: Murtopo
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved