Breaking News:

Berita Video

Gerebek Apartemen di Harmoni, Petugas BP2MI Dapati 13 Pekerja Migran yang Dikirim Secara Ilegal

BP2MI meminta para pekerja migran untuk menunjukkan dokumen yang ada dan perusahaan mana yang menampung mereka

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) menggerebek Apartemen Istana Harmoni, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (19/4) malam. Dalam pengrebekan itu ditemukan 13 orang akan di kirim ke luar negeri melalui jalur ilegal.

Pantauan di lokasi telihat petugas BP2MI yang tiba di lokasi menuju Apartemen di kawasan Gambir Jakarta Pusat itu, mereka langsung menuju lantai 12 yang di sinyalir sebagai tempat penampungan ilegal.

Di unit kamar Apartemen itu, petugas mendapati 12 pria dan seorang wanita tengah berkumpul dalam satu ruangan. Mereka nampak terkejut atas kedatangan para petugas ini. 

Kepala BP2MI Benny Rhamdani yang ikut memimpin penggerebekan ini langsung menanyai salah satu pekerja migran yang akan di kirim ke luar negeri untuk mendapatkan pekerjaan.

Baca juga: Perlu Diperhatikan Waktu yang Tepat Bayar Zakat Fitrah, Niat, dan Besarannya

Baca juga: Promosikan Pariwisata di Tengah Pandemi, STP Trisakti Gelar Webinar Wisata Budaya

"Kita akan bantu, bapak tenang saja. Kami dari Pemerintah ingin membantu kalian," kata Benny kepada para calon imigran, Selasa (19/4/2021).

Saat itu salah satu pekerja migran Eko (40) sempat ditanyain mengenai negara mana dirinya akan dikirim untuk mendapatkan pekerja. Bahwa Eko dan beberapa rekannya juga mengakui telah membayarkan DP sebelum berangkat. "Kalau saya mau ke Qatar Pak. Temen temen yang lain beda-beda," kata Eko.

Selanjutnya petugas BP2MI meminta para pekerja migran untuk menunjukkan dokumen yang ada dan perusahaan mana yang menampung mereka dan menjanjikan mereka untuk dapat berangkat ke keluar negeri.

Saat itu pekerja migran menunjukkan dokumen di dalam sebuah amplop putih yang bertuliskan PT Savannah Agency Indonesia  yang beralamatkan Jalan Puri Raya Kembangan Jakarta Barat. Saat dilakukan pengecekan secara sistem oleh petugas ternyata perusahaan itu tidak resmi.

"Kita sudah cek. Perusahaan tidak resmi Tidak ada izin rekrutmen dan penempatan. Ini jelas penipuan. Kalo bapak tetap jalan, Paspor bapak bisa ditahan, kami di sini ingin membantu," ujarnya.

Baca juga: VIDEO Warga Klapanunggal Bogor Lapor Polisi, Dana Bansos Dipotong Rp 300 Ribu oleh Aparat Desa

Baca juga: Kisah Camat Bojonggede Semasa Kecil, Jualan Kerupuk di Pinggir Jalan Hingga Manjat Pohon Jambu

Dalam kesempatan itu, Benny  mengatakan ada 13 orang yang akan direncanakan akan di kirimkan ke beberapa negara seperti Qatar, Mesir, Turki, dan Dubai. Namun jika dilihat dari perusahaan yang memberangkatnya, bahwa perusahaan itu jelas Ilegal karena tidak ada izin.

Halaman
12
Penulis: Joko Supriyanto
Editor: Agus Himawan
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved