Breaking News:

Berita nasional

Menurut PNS, Ada 5 Ranah Pekerjaan yang Paling Rentan Korupsi

menurut para PNS tempat yang paling sering terjadi korupsi adalah procurement (pengadaan)

WARTA KOTA/VINI RIZKI AMELIA
Ilustrasi - Kejaksaan Negeri Depok tunjukkan barang bukti uang sitaan dari kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU) berjumlah;Rp 1.046.922.591 di Halaman Kejari Kota Depok, Komplek Perkantoran Kota Kembang Grand Depok City, Cilodong, Depok, Selasa (12/1/2021). 

Wartakotalive.com, Jakarta - Lembaga Survei Indonesia (LSI) merilis survei yang secara umum menyatakan mayoritas responden Pegawai Negeri Sipil (PNS) PNS menilai ada lima ranah pekerjaan yang paling rentan korupsi.

Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indonesia (LSI) Djayadi Hanan mengungkapkan ranah pekerjaan pertama yang paling rentan korupsi adalah pengadaan.

Pertanyaan survei yang diajukan adalah "Menurut Ibu atau Bapak di mana kegiatan koruptif paling sering terjadi?"

Hal itu disampaikannya dalam Rilis Temuan Survei bertajuk Urgensi Reformasi Birokrasi: Persepsi Korupsi, Demokrasi, dan Intoleransi di kalangan PNS yang digelar secara virtual pada Minggu (18/4/2021).

"Kalau dilihat dari tempat menurut para PNS tempat yang paling sering terjadi korupsi adalah procurement (pengadaan) dan hampir 50% (47,2 %) PNS yang disurvei mengatakan bahwa bagian pengadaan paling rawan korupsi.

Setelah itu baru bagian perizinan usaha yakni 16,0%.

Di bagian keuangan 10,4%. Di bagian pelayanan 9,3%. Di bagian personalia 4,4%," kata Djayadi.

Djayadi mengatakan data tersebut menunjukkan ranah pengadaan perlu menjadi sorotan utama dalam reformasi birokrasi.

"Kalau dilihat dari data ini memang yang paling penting untuk menjadi salah satu sorotan utama dalam reformasi birokrasi adalah bagian pengadaan atau procurement.

Meskipun di bagian perizinan, keuangan, dan pelayanan juga menjadi catatan berdasarkan persepsi para PNS yang disurvei," kata Djayadi.

Halaman
12
Editor: Bambang Putranto
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved