Breaking News:

Kenapa Menkes Budi Gunadi Tak Kunjung Komentari Vaksin Nusantara? Ternyata Ini Alasannya

Menkes mempercayakan wewenang kepada Badan Pemeriksa Obat dan Makanan (BPOM) terkait vaksin Nusantara.

Warta Kota/Andika Panduwinata
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin kembali meyakinkan masyarakat bahwa vaksinasi Covid-19 selama bulan puasa tak membatalkan ibadah mereka. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Vaksin Nusantara hingga kini masih menjadi polemik di masyarakat.

Namun di tengah-tengah polemik vaksin Nusantara itu, tak sedikit pun Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memberikan komentarnya.

Kini, Budi Gunadi pun mulai melontarkan sedikit komentarnya terkait vaksin Nusantara tersebut.

Baca juga: Kecolongan Derek Liar Masuk Jalan Tol dan Lakukan Pemerasan ke Pengendara, Ini Tanggapan Jasa Marga

Baca juga: Digerebek Warga saat Datangi Rumah Staf Wanitanya Tengah Malam, Pak Kades Ini Ngumpet di Plafon

Baca juga: Isu Reshuffle Kabinet Digelar Pekan Ini, Nama Ahok Mencuat Duduki Posisi Menteri Investasi?

Di mana Budi Gunadi tidak banyak beri komentar lantaran ingin fokus untuk mendatangkan vaksin Covid-19 ke Tanah Air.  

Terkait vaksin nusantara, Budi Gunadi hanya ingin fokus kepada penyebaran vaksin agar proses vaksinasi merata.

Hal ini yang mendasari dirinya enggan untuk mengomentari.

“Itu sebabnya aku lebih banyak diam. Mesti ngurusin itu, padahal mendingan aku lobi Pfizer, it really saving life. Ini bukan saatnya kita menghabiskan waktu untuk itu,” kata Budi Gunadi saat diskusi virtual, Minggu (18/4/2021) dikutip dari Tribunnews.

Menkes mempercayakan wewenang kepada Badan Pemeriksa Obat dan Makanan (BPOM) terkait vaksin Nusantara.

Baca juga: Meski Bulan Ramadan, Wanita di Malang Ini Nekat Tetap jadi PSK, Alasannya Demi Hidupi 5 Anaknya

Baca juga: Hasil Survei Ini Sebut Tak Berlebihan jika Nadiem Makarim Di-Reshuffle, Berikut Penjelasannya

Baca juga: Ali Ngabalin Bocorkan Pekan Ini Ada Reshuffle, Yasonna Laoly Dianggap Layak Diganti Menurut Survei

Perihal vaksin, lanjutnya, hanya dapat dibicarakan di tataran peneliti ilmiah, bukan di sosial media.

“Aku sulit komentar, ini sangat ilmiah, yuk lebih banyak kita biarkan orang-orang di bidang itu berbicara. Saya nggak ngerti jujur. Kalau saya komentar juga, harusnya ditanya ke ahlinya dan biarkan mereka berdebat di tataran ilmiah,” tuturnya.

Lebih lanjut, kata Menkes, BPOM dapat melaporkan temuannya terkait vaksin nusantara langsung kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi), bukan kepada dirinya.

Halaman
1234
Editor: Mohamad Yusuf
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved