Breaking News:

Bulan Suci Ramadan

Bupati Purwakarta Tetapkan Aturan Ketat pada Restoran dan Tempat Makan, Transaksi hanya Take Away

Pemerintah Kabupatan Purwakarta, Provinsi Jawa Barat mengeluarkan aturan jam operasional bagi restoran dan tempat makan selama bulan ramadan.

TRIBUN JABAR/MEGA NUGRAHA
Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika, mengeluarkan aturan ketat bagi restoran dan rumah makan selama bulan puasa ini. Tempat itu dibatasi jam operasionalnya, dan hanya memperbolehkan take away. 

WARTAKOTALIVE.COM, PURWAKARTA - Pemerintah Kabupatan Purwakarta, Provinsi Jawa Barat mengeluarkan aturan jam operasional bagi restoran dan tempat makan selama bulan ramadan.

Aturan itu tertuang pada Surat Edaran Bupati Purwakarta Nomor 451.13.1030/kesra.

Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika, mengatakan pada surat edaran itu, diatur jam operasional restoran maupun rumah makan. Hanya boleh bukul pukul 14.00 WIB selama ramadan.

"Boleh buka pukul 14.00 WIB itu juga hanya untuk take away. Nanti pukul 16.00 WIB baru boleh makan di tempat untuk persiapan mau buka puasa," kata Anne, saat ditemui di Balai Nagri Purwakarta, akhir pekan ini.

Baca juga: Bulan Ramadan, Bupati Purwakarta Ajak Warganya Berdoa Agar Pandemi Covid-19 Segera Hilang

Baca juga: 40 Remaja Terjaring Razia Balap Liar saat Malam Ramadan di Kembangan Jakarta Barat

Anne mengungkapkan, surat edaran itu telah disebarluaskan beberapa hari menjelang puasa ramadan.

Petugas Satpol PP akan melakukan pengawasan dalam melihat kepatuhan menjalankan aturan tersebut.

"Yang tidak puasa harus menghormati yang puasa. Diharapkan adanya aturan ini umat islam dapat menjalankan ibadah ini secara khusyuk," ucapnya.

Dia menekankan masyarakat dapat menjaga persatuan dan kesatuan. Diharapkan juga dapat menjalankan tiga konsep persaudaraan mulai dari ukhuwah islamiyah (persaudaraan umat islam), ukhuwah wathaniyah (persaudaraan bangsa), dan ukhuwah basyariyah (persaudaraan umat manusia).

"Bahwa ketika hari ini masyarakat puas di bulan ramadan yang tidak puas harus menghormatinya," tuturnya.

Baca juga: Ramadan Tiba, Produsen Kolang Kaling di Leuwiliang Bogor Merasakan Berkah

Baca juga: 7 Resep Olahan Singkong Kekinian yang Bisa Jadi Teman Buka Puasa Ramadan

Pemkab Purwakarta juga mengeluarkan aturan mengenai pelaksanaan kegiatan dan ibadah di bulan ramadan.

Imbauan ini, merujuk pada surat edaran Menteri Agama RI nomor 03/2021 tentang panduan ibadah selama ramadhan dan idul fitri 1442 hijriah.

Adapun salah satu poin dari edaran tersebut, yakni mengimbau para pengurus masjid/mushala untuk tetap memperhatikan protokol kesehatan sesuai arahan pemerintah.

Misalnya, membatasi jumlah jamaah dalam pelaksanaan salat tarawih. Jadi, jamaah yang hadir hanya dianjurkan 50 persen dari kapasitas tempat ibadah tersebut. Termasuk menjaga jarak satu meter antar jamaah.

Baca juga: Bulan Ramadan, Waringin Hospitality Group Berbagi Melalui Program #1For1Indonesia

Baca juga: Sambut Datangnya Bulan Puasa, TMII Gelar Bazar Kuliner Ramadan di Tengah Pandemi

"Para pengurus tempat ibadah, juga diimbau untuk menyiagakan petugas pengecek suhu tubuh, termasuk membatasi jumlah pintu masuk untuk memudahkan pengawasan penerapan prokes," paparnya.

Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Valentino Verry
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved