Breaking News:

VIDEO Tersangka Pelaku Penganiaya Perawat Siloam Minta Maaf, Cuma Bisa Sesali Perbuatannya

JT (Rompi Oranye) memberikan permintaan maaf kepada publik, dalam rilis yang dipimpin langsung oleh Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Irvan Prawira.

Editor: Murtopo
Youtube Wartakotalive.com
Tersangka penganiayaan perawat RS Siloam Palembang, JT dihadirkan langsung, saat Polrestabes Palembang mengelar press release, Sabtu (17/4/2021) pagi.  

Abdullah menjelaskan, mereka saat ini masih melakukan pemeriksaan kepada para saksi atas kejadian tersebut. Hasil visum juga sudah diterima penyidik untuk menindaklanjuti laporan itu.

Pria berinisial JT (topi putih) yang menganiaya perawat RS Siloam berinisial CRS berhasil diamankan polisi, Jumat (16/4/2021) malam. (Tribun Sumsel/ Pahmi)
"Pelaku bisa dikenakan Pasal 351 tentang penganiayaan. Pelaku nanti akan kita periksa untuk kejadian ini," ujar Abdullah.

Diberitakan sebelumnya, seorang perawat salah satu rumah sakit swasta di Palembang, Sumatera Selatan, harus mengalami luka lebam di bagian wajah setelah mengalami kekerasan yang dilakukan oleh keluarga pasien.

Aksi video kekerasan yang menimpa perawat tersebut viral setelah diunggah oleh akun Instagram.

Dalam video berdurasi 35 detik itu terlihat korban yang diketahui berinisial CRS diselamatkan oleh rekan sesama perawat dengan kondisi terduduk.

Sementara itu, beberapa perawat lain menahan pelaku, yakni seorang pria yang diketahui bernisial JT.

Sikap Persatuan Perawat

Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Sumatra Selatan (Sumsel), Subhan mengatakan, bahwa sudah dilakukan visum dan dilaporkan ke Polrestabes Palembang.

"Dari hasil visum ada lecet di daerah muka. Sekarang korban masih dirawat di RS Siloam, karena ada keluhan pusing," kata Subhan saat dikonfirmasi Tribun Sumsel, Jumat (16/4/2021).

Lebih lanjut ia mengatakan, memang orang nggak mungkin langsung marah dan mukul, pasti ada sebabnya.  

Nah itu yang sedang dipelajari, apakah sebabnya ada kelalain, kesalahan atau ketidaksopanan.

Kalau itu ranahnya kode etik keperawatan.

Menurutnya, terlepas dari apapun itu, ketika sudah melakukan pemukulan itu penganiaya.

Maka siapapun itu, mau perawat, dokter atau masyarakat umum ia nggak boleh melakukan kekerasan seperti itu. Karena sudah masuk unsur pidana.

"Selaku organisasi profesi dimana yang dipukul perawat maka kami akan memperjuangkan hak kita sebagai perawat. Dalam hal ini aman dalam bekerja," katanya.

Maka sikap dari PPNI Sumsel akan mendampingi, akan melindungi kawan-kawan, apapun konsekuensinya.

Kalau uda berhubungan dengan rana hukum artinya akan disiapkan tim hukum. 

"Jadi kami akan mendampingi apapun upaya yang dilakukan sampai upaya hukum, hingga masalah ini selesai. Kami akan mendukung upaya lanjut, karena kami tidak mau anggota kami dianiaya," tegasnya.

Menurut Subhan, selama ia menjabat sebagai Ketua PPNI Sumsel, sejak 2016 baru kali ini ada kejadian seperti ini. Memang pernah ada di daerah, tapi itu tidak seperti ini.

Detik-detik Penangkapan

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Polisi akhirnya menangkap pria yang melakukan penganiayaan perawat RS Siloam Sriwijaya Palembang, Christina Ramauli S.

Proses penangkapan penganiaya perawat RS RS Siloam Sriwijaya Palembang, Christina Ramauli S itu viral di media sosial.

Di mana tampak dalam video penangkapan penganiaya perawat RS Siloam Sriwijaya Palembang, Christina Ramauli S itu polisi mengepung rumah pelaku.

Video penangkapan itu salah satunya diunggah melalui akun Instagram anggota polisi @jokersupriadi dan @jayalah.negeriku pada Jumat (16/4/2021) malam.

"Terimakasih pak @polisi_palembang," tulisnya.

Tampak dalam video berdurasi 1.15 menit itu, lebih dari 10 orang yang diduga anggota dari Kepolisian Palembang mengepung di depan rumah pelaku.

Salah satu anggota polisi menghampiri pagar rumah dan berbincang dengan pelaku.

"Pak Jesen dari Tabes (Polrestabes Palembang -red) ya, nggak apa-apa. Jadi kita perintah Kapoltabes. Jadi heboh gara-gara ini. Jadi di-clear-kan nanti," kata anggota polisi itu.

"Jadi ikut kami, nanti ada anggota yang ikut ya," kata salah satu anggota polisi tersebut.

"Saya ambil KTP dulu. Iya bareng ya Pak?" kata pelaku yang berkepala pelontos dan mengenakan baju hitam tersebut.

"Gantilah pakaian ya," timpal anggota polisi itu.

Kemudian para anggota polisi mulai masuk ke dalam halaman rumah bercat putih dan hijau itu.

Tampak sebuah mobil Honda HRV putih berada di halaman rumah.

Di balik pintu rumah, pelaku meminta izin untuk mengganti baju terlebih dahulu.

"Silakan, silakan," kata anggota polisi.

Selain itu anggota polisi juga sempat menanyakan kondisi anak pelaku.

"Anaknya sudah sehat." kata salah satu anggota polisi dalam video tersebut.

Sosok Pelaku

Seorang pria berbaju Marvel aniaya perawat RS Siloam Sriwijaya Palembang, Christina Ramauli S.

Kejadian perawat RS Siloam dianiaya keluarga pasien ini jadi perhatian publik dan viral di media sosial (medsos).

Namun, siapa sosok pria berkaos Marvel penganiaya perawat RS Siloam Sriwijaya Palembang yang viral tersebut?

Benarkah sosok pria berbaju Marvel pelaku penganiayaan perawat RS Siloam Sriwijaya Palembang merupakan anggota polisi?

Baca juga: Perawat Dianiaya Keluarga Pasien Viral, Simak Tanggapan dari Manajemen RS Siloam Sriwijaya Palembang

Baca juga: Perawat RS Siloam Sriwijaya Palembang Dianiaya Keluarga Pasien, Kondisi Mata Memar dan Bibir Bengkak

Baca juga: Perawat RS Siloam Sriwijaya Dianiaya Keluarga Pasien, Ini Tanggapan PPNI

Sampai saat ini Kasus perawat RS Siloam dianiaya keluarga pasien masih menjadi perbincangan hangat publik.

Atas kejadian ini, perawat wanita yang tinggal di kawasan Kecamatan Talang Kelapa itu sudah membuat laporan ke SPKT Polrestabes Palembang.

Perawat RS Siloam Palembang mengaku mendapatkan penganiayaan oleh terlapor.

Hingga dirinya mengalami memar dibagian mata dan bibir.

Christina Ramauli S, seorang perawat RS Siloam Sriwijaya Palembang dianiaya keluarga pasien ruangan IPD 6 di kamar 6026 RS Siloam Sriwijaya Palembang, Kelurahan Lorok Pakjo Kecamatan IB I Palembang. (Kolase Sripoku.com/Instagram)

Setelah Christina Ramauli S melaporkan aksi pelaku, kali ini giliran sang teman Ardana Reswara Permatasari (31) yang juga melaporkan JT.

Ardana melaporkan kasus Pengerusakan sesuai UU No 1 tahun 1946 tentang pasal 406 KUHP.

Isu beredar, keluarga pasien yang menganiaya perawat tersebut merupakan anggota kepolisian.

Ramai diperbincangkan dan banyak menyalahkan anggota kepolisian serta viral atas komentar netizen.

Polrestabes Palembang pun memberikan klarifikasi melalui akun resminya @polisi_palembang

Kepolisian Polrestabes Palembang memberi klarifikasi, ia membantah kalau laki-laki baju merah yang diduga aniaya perawat dalam video tersebut bukanlah anggota kepolisian.

"POLRESTABES PALEMBANG

asalammualaikum wr.wb

mohon izin kepada masyarakat kota Palembang mengenai Vidio yang sedang viral terjadi keributan di salah satu rumah sakit di kota palembang merupakan orang yang menggunakan baju warna merah bukan anggota kepolisian. sedangkan di dalam Vidio tersebut terdengar suara "saya anggota polisi," tulis akun Polisi_Palembang.

Akun tersebut pun menjelaskan kalau anggota kepolisian yang sebenarnya merupakan pria berbaju abu-abu.

"Yang merupakan anggota kepolisian adalah bapak-bapak yang menggunakan baju abu-abu dan celana pendek, bapak tersebut mencoba menengahi permasalahan yang terjadi pada saat itu,

di karenakan lokasi keributan berdekatan dengan kamar anggota polisi tersebut yang sedang menjaga istrinya lahiran. sehingga anggota polisi tersebut mencoba mendatangi lokasi keributan dan menengahi permasalahan yang terjadi.
.
untuk kelanjutannya telah di laporkan ke SPKT Polrestabes Palembang dan akan segera di tindak lanjuti oleh anggota Kepolisian Polrestabes Palembang.
.
demikianlah kami sampaikan informasi kepada masyarakat agar menjadi koreksi bersama

SALAM PRESISI," kata akun Polisi_Palembang menjelaskan.

HP Perawat Rusak

Christina Ramauli S, seorang perawat RS Siloam Sriwijaya Palembang dianiaya keluarga pasien ruangan IPD 6 di kamar 6026 RS Siloam Sriwijaya Palembang, Kelurahan Lorok Pakjo Kecamatan IB I Palembang. (Kolase Sripoku.com/Instagram)

Diceritakannya, bahwa pada Kamis (15/4/2021) siang di RS Siloam Sriwijaya Palembang Jalan POM IX Kelurahan Lorok Pakjo Kecamatan IB I Palembang, tepatnya di lantai 6 di kamar pasien anak ada keributan antara perawat dengan keluarga pasien.

Kemudian, korban merekam dengan menggunakan handphone (HP) miliknya merek Vivo V15.

Namun saat merekam, oleh terlapor JT HP dirampasnya lalu kemudian dibanting kelantai hingga rusak.

"Saya sedang merekam aksi keributan antara pelaku dengan perawat, namun pelaku mendekat kemudian merampas HP saya dan membantingnya," kata korban saat melapor.

Disebut-sebut, sosok JT, inisial seorang pria berbaju Marvel penganiaya perawat RS Siloam Sriwijaya Palembang, Christina Ramauli S merupakan anggota polisi. Humas Polrestabes Palembang beri klarifikasi.
Disebut-sebut, sosok JT, inisial seorang pria berbaju Marvel penganiaya perawat RS Siloam Sriwijaya Palembang, Christina Ramauli S merupakan anggota polisi. Humas Polrestabes Palembang beri klarifikasi. (Kolase Wartakotalive.com/Istimewa)

Hp yang rusak akibat di banting membuat korban mengalami kerugian sekitar Rp 3,1 juta.

"Saya minta keadilan dan melaporkan saja kejadian ini ke polisi. Supaya pelaku bertanggung jawab atas perbuatannya," ungkap Ardana.

Semenatara, Kasubbag Humas Polrestabes Palembang Kompol M Abdullah membenarkan sudah diterima laporan dari korban.

"Laporan sudah diterima di SPKT Polrestabes Palembang dan selanjutnya akan diteruskan ke Satreskrim untuk diproses," tutupnya.

Kronologi Kejadian

Kompol M Abdullah menjelaskan kronologi perawat RS Siloam Palembang dianiaya orangtua pasien.

Abdullah mengatakan, anak terlapor merupakan pasien di rumah sakit tersebut.

Karena terlapor tidak senang karena menganggap korban tidak benar saat melepaskan infus di tangan anak terlapor.

Selanjutnya, terlapor marah dan kemudian memanggil korban untuk mendatangi kamar di mana tempat anak terlapor dirawat. 

Korban kemudian menemui terlapor bersama teman korban lainnya.

Setibanya di kamar tempat anak terlapor dirawat, teman-teman korban disuruh terlapor untuk keluar meninggalkan korban sendirian.

"Namun teman korban tidak mau keluar," ujar Kompol Abdullah saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (16/4/2021).

Kemudian terlapor menanyakan bagaimana korban melepaskan selang infus di tangan anaknya.

Belum sempat korban menjawab terlapor langsung memukul muka sebelah kiri korban menggunakan tangannya. 

Teman korban yang melihat aksi itu mencoba melerai, namun terlapor langsung mendekati korban dan kembali memukul muka korban menggunakan tangan kanannya. 

Melihat keributan makin menjadi petugas keamanan di TKP mencoba melerai.

"Korban kemudian di bawa keluar, namun terjadi tarik menarik antara terlapor dan saksi hingga terlapor menarik rambut korban," katanya.

Kemudian korban berhasil keluar dan selanjutnya korban di bawa ke ruang emergency.

Akibat kejadian tersebut korban mengalami memar dibagian mata sebelah kiri, sakit bagian bibir dan perut.

Tanggapan Manajemen

Sebuah video perawat dianiaya keluarga pasien di RS Siloam Sriwijaya Palembang viral di media sosial (medsos).

Di dalam video tersebut terekam adanya seorang pria dari keluarga pasien aniaya perawat RS Siloam Palembang di ruang rawat.

Terkait kejadian keluarga pasien aniaya perawat tersebut, bagaimana tanggapan manajemen RS Siloam Sriwijaya Palembang?

Informasi yang dihimpun, kejadian tersebut terjadi di salah satu rumah sakit swasta yang berada di wilayah Kota Palembang.

Dari rekaman yang beredar berdurasi kurang lebih satu menit, terlihat keributan berawal dari beberapa petugas rumah sakit tampak memasuki sebuah kamar yang sedang dalam keadaan dihuni oleh pasien.

Tiba-tiba salah seorang perawat terjatuh, dari situ petugas rumah sakit lainnya tampak menolong perawat yang terjatuh akibat didorong oleh seseorang.

Ketika akan membawa perawat itu keluar, tiba-tiba tampak pria mengenakan kaos MARVEL merah bertopi putih langsung menarik perawat berambut panjang tersebut.

"Astagfirullah sudah sudah," ujar petugas yang menolong perawat yang sudah berteriak dalam video tersebut.

Petugas keamanan pun tampak berada di lokasi, namun tidak dapat berbuat banyak saat pria berbadan besar tersebut menarik perawat yang berambut panjang itu.

Tak lama dari itu datang beberapa orang yang mencoba melerai kejadian tersebut.

Namun pria berbaju merah justru marah dan memaki pria yang mencoba melerai aksi penganiayaan tersebut.

"Sudah saya polisi," kata pria yang mencoba melerai.

"Lu polisi, kalau lu punya anak seperti ini lu lihat," kata pria tersebut sembari marah.

Tak lama dari itu, perawat yang yang mendapat penganiayaan tersebut langsung dibawa keluar.

Dalam keadaan panik dengan rambut teracak, korban pun keluar dan berlari menyelamatkan diri.

Dari informasi yang dihimpun, aksi penganiayaan tersebut diduga terjadi di Rumah Sakit Siloam Palembang.

Saat dikonfirmasi, Direktur Medik dan Pelayanan RS Siloam Palembang, dr Anton Suwidro MKes enggan memberikan komentar menanggapi kejadian tersebut.

"Maaf untuk sekali ini no comment ya," singkat dr Anton ketika dikonfirmasi.

(Sripoku.com)

Sebagian artikel ini telah tayang di Tribunsumsel.com dengan judul BREAKING NEWS, Penganiaya Perawat RS Siloam Minta Maaf, Sebut Emosi Sesaat
Penulis: Pahmi Ramadan

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved