Breaking News:

Relaksasi Pajak

Relaksasi Pajak Cuma Sementara, Kemenkeu Ingin Pelaku Usaha Lakukan Ini

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyatakan, pemerintah telah memberikan berbagai stimulus kepada masyarakat dan dunia usaha melalui APBN.

Editor: Valentino Verry
Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara mengatakan, pemerintah memberikan relaksasi pajak untuk merelaksasi atau meringankan cash flow pelaku usaha. Karena itu, ini sifatnya sementara. 

TRIBUNNEWS.COM, TANGERANG - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyatakan, pemerintah telah memberikan berbagai stimulus kepada masyarakat dan dunia usaha melalui APBN. 

Tujuannya memaksimalkan momentum pertumbuhan untuk mendorong percepatan pemulihan ekonomi nasional dengan satu di antara stimulus yang diberikan kepada dunia usaha adalah relaksasi perpajakan. 

Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara mengatakan, pemerintah memberikan relaksasi pajak untuk merelaksasi atau meringankan cash flow pelaku usaha. 

Baca juga: Darurat Bencana Covid-19, Pemprov DKI Beri Relaksasi Pajak dan Retribusi Daerah, Ini Penjelasannya

"Kalau meringankan cash flow berarti beberapa jenis pembayaran yang harusnya dilakukan bulanan, kita tunda,” ujarnya secara daring mengutip laman kemenkeu.go.id, Jumat (16/4/2021). 

Suahasil menjelaskan, pemerintah melakukan relaksasi pajak dengan menanggung PPh Pasal 21 dan PPh Pasal 22 Impor. 

Harapannya adalah dunia usaha bisa tetap berproduksi, menjalankan bisnis, dan merekrut tenaga kerja karena selama pandemi Covid-19, perusahaan berusaha untuk tetap bertahan. 

"Pemerintah membantu melalui dengan tidak perlu bayar pajak dulu untuk membantu cash flow-nya. Itu layer pertama,” kata Suahasil. 

Baca juga: Relaksasi Pajak Masih dalam Mimpi, Ini Daftar Harga Mobil LCGC Oktober 2020 yang Masih Rp 100 Jutaan

Layer kedua adalah mendorong demand yakni pemerintah memberikan relaksasi Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) untuk kendaraan bermotor dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk perumahan yang ditanggung pemerintah. 

Dengan tidak usah bayar pajak, konsumen nanti bisa beli mobil dengan harga lebih rendah dan permintaan untuk mobil jadi meningkat. 

Dengan meningkatnya penjualan ini, Kemenkeu berharap bahwa perusahaan mulai lagi proses produksi, sehingga mempekerjakan tenaga kerja lagi, beli input lagi, dan seterusnya. 

Karena relaksasi ini bersifat sementara dan ada batas waktunya, pemerintah menginginkan partisipasi dari masyarakat dan pelaku usaha untuk memanfaatkan stimulus ini dengan sebaik-baiknya demi bersama memulihkan ekonomi nasional. 

“Seluruh segmen dunia usaha, baik yang mikro kecil menengah maupun yang besar itu dipersilakan memakai relaksasi pajak. Ini bukan masalah perusahaan satu persatu tapi ini untuk seluruh perekonomian kita,” pungkas Suahasil. (Yanuar Riezqi Yovanda)

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved