Breaking News:

Pandemi masih Berlangsung, Begini Cara Masjid Istiqlal Dukung Upaya Memutus Penyebaran Covid-19

Imam Besar Masjid Istiqlal K.H Nasaruddin Umar mengatakan pihaknya secara masif telah memberikan literasi kepada jemaah untuk cegah covid-19.

Editor: Mohamad Yusuf
Istimewa
Dialog dengan tema Protokol Kesehatan Bulan Ramadan yang diselenggarakan oleh FMB9 KCPPEN pada Jumat (16/4/2021) secara virtual. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Pihak pengelola Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, turut mendukung upaya pemerintah dalam memutus rantai penyebaran covid-19.

Imam Besar Masjid Istiqlal K.H Nasaruddin Umar mengatakan pihaknya secara masif telah memberikan literasi kepada jemaah.

Baik secara langsung, maupun melalui berbagai media seperti papan pengumuman dan bahkan brosur serta buku saku.

Proyek pembangunan terowongan silaturahmi Masjid Istiqlal dan Gereja Katederal mulai berlangsung. Karena pembangunan terowongan silaturahmi Masjid Istiqlal dan Gereja Katederal dilakukan rekayasa lalu lintas.
Proyek pembangunan terowongan silaturahmi Masjid Istiqlal dan Gereja Katederal mulai berlangsung. Karena pembangunan terowongan silaturahmi Masjid Istiqlal dan Gereja Katederal dilakukan rekayasa lalu lintas. (Biro Pers Sekretariat Presiden)

Baca juga: Kecolongan Derek Liar Masuk Jalan Tol dan Lakukan Pemerasan ke Pengendara, Ini Tanggapan Jasa Marga

Baca juga: Digerebek Warga saat Datangi Rumah Staf Wanitanya Tengah Malam, Pak Kades Ini Ngumpet di Plafon

Baca juga: Isu Reshuffle Kabinet Digelar Pekan Ini, Nama Ahok Mencuat Duduki Posisi Menteri Investasi?

Bahkan, Masjid Istiqlal juga membatasi ritual ibadah, termasuk pembatasan jumlah jemaah yang boleh berkegiatan di area Masjid Istiqlal.

"Aturannya 50% kapasitas. Tapi kami batasi hanya 1 persen atau sekitar 2000 orang. Jadi kami melakukan ketaatan protokol lebih dari yang ditetapkan pemerintah DKI Jakarta," ujar K.H Nasaruddin Umar dalam dialog dengan tema Protokol Kesehatan Bulan Ramadan yang diselenggarakan oleh FMB9 KCPPEN pada Jumat (16/4/2021) secara virtual.

Dalam dialog itu juga disampaikan, Masjid Istiqlal tidak lagi mengakomodir kegiatan buka bersama, itikaf maupun makan sahur bersama.

Upaya lainnya adalah pembersihan area sholat setiap selesai digunakan sholat berjamaah, seperti tarawih.

"Masjid Istiqlal bukan sekedar ikon. Kami menjadi contoh bagi masjid-masjid lainnya di Indonesia," tegas K.H Nasaruddin Umar.

Sementara itu, Vaksinolog Dirga Sakti Rambe mengingatkan agar seluruh pihak mengantisipasi momentum ramadhan dan hari raya umat Islam pada waktu mendatang.

Baca juga: Meski Bulan Ramadan, Wanita di Malang Ini Nekat Tetap jadi PSK, Alasannya Demi Hidupi 5 Anaknya

Baca juga: Hasil Survei Ini Sebut Tak Berlebihan jika Nadiem Makarim Di-Reshuffle, Berikut Penjelasannya

Baca juga: Ali Ngabalin Bocorkan Pekan Ini Ada Reshuffle, Yasonna Laoly Dianggap Layak Diganti Menurut Survei

Dia menambahkan, mengacu pada Amerika, Inggris dan Israel yang dinilai sukses mengendalikan covid-19, maka kunci untuk memutus rantai penularan covid-19 adalah taat prokes dan vaksin.

"Karena kemarin kita berhasil cegah dan saat ini adalah saat-saat yang cukup rawan karena ada puasa, lebaran, mudik yang harus diantisipasi. Karena walau bagaimanapun pengendalian pandemi sangat bergantung pada sikap kita masing-masing," pungkasnya. 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved