Breaking News

BREAKING NEWS: Gempa Magnitudo 5,5 Guncang Kepulauan Talaud Sulawesi Utara

Gempa bumi bermagnitudo 5,5 mengguncang Kabupaten Kepulauan Talaud, Provinsi Sulawesi Utara pada Sabtu (17/4/2021) pukul 03.55.

istimewa
BMKG menyatakan, terjadi gempa bumi pada Sabtu (17/4/2021)  pukul 03.55.15 WIB yang mengguncang Kabupaten Kepulauan Talaud, Provinsi Sulawesi Utara. Foto ilustrasi: Seismograf, alat pencatat gempa bumi. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Sekitar dua jam yang lalu terjadi gempa bumi yang mengguncang Kabupaten Kepulauan Talaud, Provinsi Sulawesi Utara.

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan, gempa bumi pada Sabtu (17/4/2021)  pukul 03.55.15 WIB yang mengguncang Kabupaten Kepulauan Talaud, Provinsi Sulawesi Utara itu bermagnitudo 5,6.

Sementara itu Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Bambang Setiyo Prayitno dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu, menyampaikan bahwa gempa itu tidak berpotensi tsunami.

Video: ICIP-ICIP Yuk: Tempat Makan Bebek Bentu, Rasa Pedasnya Bikin Gobyoss

"Hasil analisis BMKG dalam informasi pendahuluan menunjukkan gempa bumi ini memiliki magnitudo 5,6 kemudian di-'update' menjadi magnitudo 5,5," katanya.

Episenter gempa bumi, lanjut Bambang Setiyo Prayitno, terletak pada koordinat 3,66 LU (Lintang Utara) dan 126,85 BT (Bujur Timur).

Atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 43 km arah tenggara Kota Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara pada kedalaman 46 km.

Baca juga: Gempa Berkekuatan 5,1 Magnitudo Guncang Wilayah Bayah Banten, Dirasakan hingga Sukabumi dan Jakarta

Baca juga: Breaking News: Banten Digoyang Gempa Magnitudo 5,1, tak Berpotensi Tsunami

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi.

"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan mendatar (strike slip)," kata Bambang Setiyo Prayitno.

Berdasarkan peta guncangan (shakemap), Bambang menyampaikan, guncangan gempa bumi ini berpotensi dirasakan di daerah Melonguane dan Tahuna dengan skala II-III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu).

"Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut," katanya.

Baca juga: Waduh, Ternyata Tempat Proyek Bukit Algoritma di Sukabumi Rawan Gempa, Ini Penjelasannya

Bambang Setiyo Prayitno mengatakan, hingga Sabtu, pukul 04.20 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).

"Kepada masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," katanya.

Bambang Setiyo Prayitno meminta masyarakat menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan gempa.

Baca juga: Gempa Malang Membuat Engkel Bek Persija Maman Abdurrahman Terkilir dan Gagal Hadapi Barito Putera

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved