Viral Medsos

Perawat RS Siloam Berlutut Memohon Agar Tak Dimarahi dan Dipukuli, Pelaku Malah Tendang Perut Korban

Perawat RS Siloam Palembang berlutut memohon agar tidak lagi dimarahi dan dipukul, namun pelaku malah tendang keras perut korban.

Editor: Panji Baskhara
Kolase Wartakotalive.com/Istimewa
Perawat RS Siloam Palembang berlutut memohon agar tidak lagi dimarahi dan dipukul, namun pelaku malah tendang keras perut korban. Foto Kolase: Disebut-sebut, sosok JT, inisial seorang pria berbaju Marvel penganiaya perawat RS Siloam Sriwijaya Palembang, Christina Ramauli S merupakan anggota polisi. Humas Polrestabes Palembang beri klarifikasi. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Insiden perawat RS Siloam Sriwijaya Palembang dianiaya keluarga pasien viral di media sosial (medsos).

Bahkan, detik-detik penganiayaan perawat, sempat pelaku tendang keras perut perawat RS Siloam Palembang.

Kejadian tersebut saat sang perawat RS Siloam berlutut ke pelaku penganiyaan agar tidak dimarahi dan dipukuli.

Diketahui, J, inisial pelaku penganiayaan perawat RS Siloam Sriwijaya Palembang ini pun menjadi sorotan publik.

Baca juga: Pria Berkaos Marvel Penganiaya Perawat RS Siloam Seorang Polisi? Begini Kata Polrestabes Palembang

Baca juga: Perawat Dianiaya Keluarga Pasien Viral, Simak Tanggapan dari Manajemen RS Siloam Sriwijaya Palembang

Baca juga: Perawat RS Siloam Sriwijaya Palembang Dianiaya Keluarga Pasien, Kondisi Mata Memar dan Bibir Bengkak

Dalam laporannya di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Palembang, CRS ke petugas sebut sempat berlutut ke pelaku agar mau memaafkannya dan tidak lagi memukulnya.

Namun terlapor tetap saja marah dan menendang perut korban.

Melihat aksi tersebut saksi yang berada di Tempat Kejadian Perkara (TKP) mencoba memisahkan.

Sebelumnya diberitakan, CRS (28) seorang perawat RS Siloamjadi korban penganiayaan membuat laporan di Polrestabes Palembang.

Laporan tersebut dibenarkan Kasubbag Humas Polrestabes Palembang, Kompol M Abdullah.

Kompol M Abdullah mengatakan, anak terlapor merupakan pasian di RS tersebut.

Karena terlapor Jason tidak senang diduga korban tidak benar pada saat melepaskan infus di tangan anaknya lalu terlapor marah.

Terlapor kemudian memanggil korban untuk mendatangi kamar diamana tempat anaknya di rawat.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Sumsel
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved