Breaking News:

Kudeta di Myanmar

Pemerintah Siapkan Opsi Repatriasi WNI Jika Myanmar Masuk Siaga 1

sebanyak 200 warga negara Indonesia di Myanmar telah meninggalkan negara itu lewat repatriasi mandiri

AFP/Tribunnews.com
Ilustrasi - Para pengunjuk rasa menentang kudeta militer di Yangon, Myanmar, berlarian saat diserang aparat militer dengan gas air mata (STR / AFP) 

Wartakotalive.com, Jakarta - Pemerintah menyiapkan opsi repatriasi bagi Warga Negara Indonesia (WNI) di Myanmar jika negara yang sedang berkonflik itu memasuki siaga 1 (satu).

Hal itu disampaikan oleh Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu RI), Duta Besar Teuku Faizasyah.

Namun hal itu belum bisa dipastikan, mengingat pihaknya di Kemlu RI masih belum menerima kabar perubahan status kerawanan di Myanmar.

"Saya belum mendapat update apakah ada perubahan status kerawanan di sana (Myanmar)," kata Faizasyah kepada Tribunnews.com, Jumat (16/4/2021).

Sebelumnya, Kedutaan Besar RI di Yangon mengatakan kepada media bahwa masih mempertahankan status Siaga II terkait keamanan warga Indonesia di Myanmar.

Namun sebanyak 200 warga negara Indonesia di Myanmar telah meninggalkan negara itu lewat repatriasi mandiri.

Sementara itu masih ada sekiranya 250 WNI yang terdata KBRI Yangon masih ada di Myanmar dan hingga kini KBRI Yangon masih menerapkan status siaga II.

"Opsi (repatriasi pemerintah) tersebut apabila kondisi di Myanmar memasuki siaga 1," kata Jubir Kemlu.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Pemerintah Siapkan Opsi Repatriasi WNI Jika Myanmar Masuk Siaga 1

Editor: Bambang Putranto
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved