Breaking News:

Bulan Suci Ramadan

Masjid Jami At-Taqwa Ujung Harapan, Jadi Simbol Perjuangan Pahlawan Nasional KH Noer Alie

Masjid Jami At-Taqwa Ujung Harapan, Kelurahan Bahagia, Babelan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat menjadi simbol perjuangan pahlawan nasional KH Noer Alie.

Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Max Agung Pribadi
Warta Kota/Muhammad Azzam
Masjid Jami At-Taqwa Ujung Harapan, Kelurahan Bahagia, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. 

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI - Masjid Jami At-Taqwa Ujung Harapan, Kelurahan Bahagia, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat menjadi simbol perjuangan pahlawan nasional KH Noer Alie.

KH Noer Alie menjadi sosok pahlawan nasional atas perjuangannya melawan penjajah Belanda maupun Jepang.

Putra asli Betawi ini kelahiran Bekasi, 15 Juli 1914 dan wafat pada 29 Januari 1992. Tak hanya dikenal sebagai sosok pahlawan nasional, beliau juga dikenal sebagai seorang mubalig dan tenar dengan julukan 'Singa Karawang-Bekasi'.

Baca juga: Pengurus Masjid Al Azhom Terapkan Super Ketat Protokol Kesehatan

Kembali ke Masjid Jami At-Taqwa, masjid itu didirikan, KH Noer Alie selepas kepulangannya dari menuntut ilmu di Makkah pada 1940.

Beliau yang sejak muda sangat gigih mempelajari ilmu keagamaan, sehingga ketika kembali ke tanah kelahirannya usai menuntut ilmu. Beliau mendirikan sebuah lembaga pendidikan Pondok Pesantren At-Taqwa.

Pendirian pesantren bersamaan dengan pendirian masjid tersebut. Sebab, prinsip anak dari pasangan H Anwar bin Layu dan Hj Maemunah ialah pondok pesantren atau sekolah itu merupakan ladang mencari ilmu sedangkan masjid menjadi lumbung praktik dari ilmu yang dipelajarinya tersebut.

"Al-Magfurlah KH Noer Alie memang seperti itu, pola pikirnya itu ketika bangun masjid harus dilanjut dengan sekolahnya, sebaliknya ketika bangun sekolah juga harus ada masjid atau musola," kata Sekjen Ponpes At-Taqwa Putra, Ustaz Anis Abdul Quddus kepada Wartakotalive.com.

Baca juga: Masjid Al Azhom Terapkan Protokot Kesehatan Super Ketat selama Bulan Suci Ramadan

Cucu KH Noer Alie itu menerangkan keberadaan Masjid Jami At-Taqwa serta Ponpes At-Taqwa menjadi sentral atau pusat dalam mempelajari agama islam.

Tak hanya disitu, keberadaannya juga menjadi simbol perjuangan ketika melawan penjajah. Sebab, kala itu para santrinya digerakkan dalam membantu perjuangan melawan penjajah.

"Memang lokasi ini menjadi titik kumpul kekuatan, mulai dari mengatur strategi serta gerakan saat perang lawan penjajah," ucap Anis.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved