Breaking News:

IPW Kritisi Jabatan Sekjen KemenkumHAM Diduduki Polisi Aktif

"Kalau merangkap jabatan itu artinya ada ketentuan yang ditabrak, seharusnya polisi yang aktif di sisi lain harus mengundurkan diri,

Istimewa
Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA- Jabatan Sekretaris Jenderal Kementerian Hukum dan HAM yang saat ini dipimpin Komjen Andap Budhi Revianto dipertanyakan Indonesia Police Watch (IPW).

Kursi orang nomor tiga di Kemenkumham ini dijabat oleh seorang polisi aktif yang sebelumnya ditempatkan hanya untuk diperbantukan.

Ketua presidium Indonesia Police Wacth Neta S Pane sangat mempertanyakan dwi fungsi kepolisian dimana Komjen Andap Budhi Revianto masih aktif polisi dan menjabat sebagai sekjen di Kementerian.

"Kalau merangkap jabatan itu artinya ada ketentuan yang ditabrak, seharusnya polisi yang aktif di sisi lain harus mengundurkan diri," katanya dalam keterangannya yang diterima Jumat (16/4/2021).

Neta mencontohkan, hal ini pernah dialami mantan Kapolri Jendral Tito Karnavian yang akhirnya pensiun dari polisi ketika menjabat sebagai menteri dalam Negeri.

Jabatan itu boleh dirangkap kecuali polisi ditempatkan dalam wilayah yang masih berkaitan dengan kepolisian seperti BNN dan BNPT.

"Kalau kemudian sekjen di Kumham, itu tidak berkaitan, itu jabatan karir dari institusi, dan ini yang sangat kita sayangkan," ungkapnya.

Baca juga: Nagita Slavina Hamil Anak Kedua Saat Jalani Puasa di Bulan Ramadan, Raffi Ahmad: Alhamdulilah GOALLL

Baca juga: VIDEO Thalita Latief Kuatkan Hati Jalani Puasa Ditengah Pandemi

Baca juga: Bulan Suci Ramadan, Tiga Pilar Kota Bekasi Musnahkan Belasan Ribu Botol Miras & Obat Terlarang

Sejak dilantik pada 10 Maret 2021, jabatan sekjen Kemenkumham diemban mantan Kapolda Kepulauan Riau (Kepri) tersebut.

Komjen Andap belum pensiun dari kepolisian karena masa pensiunnya terhitung masih dua tahun lagi.

Berdasarkan Undang-undang Nomor 2 tahun 2020 tentang Kepolisian, jabatan tersebut memang seharusnya tidak boleh diduduki anggota Polri aktif.

Mereka yang mengambil posisi jabatan struktural, ia harus menanggalkan salah satu jabatannya atau memang harus mengundurkan diri dari polisi.

Hal itu pernah dialami oleh Irjen Ronny Sompie ketika menduduki diri sebagai Direktur Jenderal (Dirjen) Imigrasi tahun 2015 lalu.

Ronny yang kala itu menjabat sebagai Kapolda Bali, akhirnya melepas jabatan jenderalnya dan beralih status menjadi pegawai negeri sipil.

Hal yang sama juga dilakukan mantan Kapolri Jendral Tito Karnavian yang akhirnya mencopot jabatannya pada tahun 2019 lalu.

Mantan Kapolda Metro Jaya ini pun memilih menjadi Menteri Dalam Negeri yang hingga kini masih diembannya.

Editor: Ahmad Sabran
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved