Breaking News:

Larangan Mudik Lebaran

Empat Fakta Soal Kenaikan Angka Covid-19 Jadi Alasan Jokowi Tetap Larang Mudik Lebaran 2021

Jokowi mengungkapkan fakta dan angka-angka kenaikan covid-19 setiap kali terjadi libur panjang. Fakta itu yang menjadi dasar pemerintan larak mudik

Tangkap Layar Akun YouTube Sekretariat Presiden
Presiden RI Joko Widodo atau Jokowi menyampaikan fakta-fakta terkait alasan pemerintah tetap melarang masyarakat melakukan mudik lebaran. Semuanya terkait pengendalian angka virus corona yang belum juga reda. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Presiden Jokowi sudah memutuskan melarang mudik lebaran 2021 untuk semua lapisan masyarakat.

Jokowi pun menjelaskan alasan pelarangan mudik lebaran tahun ini.

Tak lain karena pandemi corona yang belum menunjukkan angka penurunan.

Baca juga: Dukung Larangan Mudik Jokowi-Anies, Isnawa Adji Perintahkan Jajaran Tertibkan Terminal Bayangan

Baca juga: Presiden Jokowi Resmi Larang Mudik, Wagub DKI Bakal Kaji SIKM Selama Musim Mudik Lebaran Tahun Ini

Jokowi bahkan mengungkapkan fakta dan angka-angka kenaikan covid-19 setiap kali terjadi libur panjang.

Ilustrasi Gerbang Tol Cikampek Utama 2. PT Jasa Marga mendukung pemerintah yang memberlakukan larangan mudik Lebaran pada 6-17 Mei 2021. Larangan mudik Lebaran untuk mencegah dan memutus rantai penyebaran Coronavirus Disease (Covid-19).
Ilustrasi Gerbang Tol Cikampek Utama 2. PT Jasa Marga mendukung pemerintah yang memberlakukan larangan mudik Lebaran pada 6-17 Mei 2021. Larangan mudik Lebaran untuk mencegah dan memutus rantai penyebaran Coronavirus Disease (Covid-19). (Dok PT Jasa Marga)

Menurut Presiden, semua pihak harus tetap mencegah penyebaran Covid-19 untuk tidak lebih meluas lagi.

"Untuk itu, sejak jauh-jauh hari pemerintah telah memutuskan untuk melarang mudik pada Lebaran kali ini," ujar Jokowi dalam konferensi pers virtual melalui YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (16/4/2021).

Baca juga: Diduga Setubuhi Anak di Bawah Umur, Anak Anggota DPRD Kota Bekasi Terancam 15 Tahun Penjara

"Dan keputusan ini diambil melalui berbagai macam pertimbangan. Karena, pengalaman tahun lalu terjadi tren kenaikan kasus setelah empat kali libur panjang," lanjutnya.

Yang pertama, kata Jokowi, saat libur Idul Fitri 2020 terjadi kenaikan kasus harian hingga 93 persen.

Di saat yang sama, terjadi tingkat kematian mingguan hingga 66 persen.

Kenaikan kasus Covid-19 yang kedua terjadi saat libur panjang pada 20-23 Agustus 2020.

Baca juga: Menjaga Kulit Wajah Tetap Sehat dan Cerah Pakai Ekstrak Mutiara

Halaman
1234
Editor: Wito Karyono
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved