Breaking News:

Ramadan

Cerita Tentang Pohon Kurma di Areal Masjid Al Mukarromah di Kampung Bandan

ketiga pohon yang sudah ada pun tumbuh dengan sendirinya tanpa ada proses penanaman awal dari pihak masjid

Editor: Agus Himawan
TribunJakarta.com Gerald Leonardo Agustino
Pohon kurma di Masjid Al Mukarromah, Makam Keramat Kampung Bandan, Pademangan, Jakarta Utara. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Buah kurma menjadi salah satu kudapan favorit pada setiap bulan Ramadan. Rasanya yang manis kerap kali dijadikan santapan ketika bedug berbunyi dan adzan magrib berkumandang.

Camilan berbuka puasa yang banyak diimpor dari Timur Tengah ini biasanya dapat dijumpai sudah dalam bentuk produk makanan kemasan.

Namun, hal itu berbeda bagi orang-orang di lingkungan Masjid Al Mukarromah Kampung Bandan, Pademangan, Jakarta Utara.

Bukan dalam bentuk makanan kemasan, buah kurma dapat dipetik langsung dari pohonnya yang tumbuh di masjid tersebut. Di areal masjid tersebut terdapat beberapa pohon kurma yang telah ada sejak bertahun-tahun lalu.

Baca juga: Ketua DPD RI Senang Industri Otomotif Bangkit Kembali

Baca juga: Terlibat Tawuran Saat Sahur Lima Remaja Ditangkap, Polisi Sita Barang Bukti Sarung Berisi Batu

Dari tiga pohon yang tumbuh di sana, dua di antaranya sudah mati, sementara satu lainnya masih tumbuh subur dan rutin berbuah. Uniknya, ketiga pohon kurma tersebut tumbuh dengan sendirinya di areal masjid dan berbuah secara estafet.

Ketua Masjid Jami Al Mukarromah Makam Keramat Kampung Bandan Habib Alwi Bin Ali Asy-Syathri menuturkan, pohon kurma pertama berada di dekat gerbang masjid. Pohon yang menghasilkan buah kurma Ajwa tersebut sudah ada sejak lebih dari 40 tahun yang lalu.

"Itu pertama kali di dekat pintu gerbang, umurnya sekitar 40 tahun lah. Itu udah mati karena tua dan keropos batangnya," kata Habib Alwi saat ditemui di lokasi, Jumat (16/4/2021).

Baca juga: Dilelang, Pemkot Depok Anggarkan Rp 7 Miliar Untuk Perbaikan Jalan Amblas di GDC

Baca juga: Perawat Dianiaya Keluarga Pasien Viral, Simak Tanggapan dari Manajemen RS Siloam Sriwijaya Palembang

Kemudian, pohon kurma kedua tumbuh di dekat mimbar masjid. Kondisi pohon kurma kedua itu juga sudah mati diduga lantaran pembangunan masjid yang merusak bagian akar-akarnya.

"Yang di samping mimbar masjid, karena pembangunan masjid dia dibatasi tembok coran, jadi mungkin kurang subur akhirnya mati," ucap Habib Alwi. Lalu, pohon kurma yang ketiga berada di dekat tempat wudhu wanita.

Pohon kurma dengan tinggi sekitar 10 meter itu tampak masih kokoh berdiri. Selama 20 tahun terakhir, pohon ketiga itu masih panen rutin dan menghasilkan buah kurma Madinah. Tumbuh sendiri, panen bergilir

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved