Bulan Suci Ramadan

Selain Larang Sahur on the Road, Polda Metro Jaya Antisipasi Aksi Tawuran saat Ramadan

Polda Metro Jaya melarang sahur on the road juga mengantisipasi aksi tawuran selama bulan suci Ramadan 2021.

Warta Kota/Feryanto Hadi
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Kamis (15/4/2021) mengatakan, Polda Metro Jaya melarang SOTR dan mengantisipasi aksi tawuran. Foto dok: Puluhan personel gabungan dari Polres Metro Jakarta Selatan dan Polda Metro Jaya melakukan pemeriksaan terhadap rombongan peserta Sahur on The Road (SOTR) di wilayah Jakarta Selatan, Minggu (10/6). 

WARTAKOTALIVE.COM, SEMANGGI -- Selain melarang sahur on the road (SOTR) yang kerap dilakukan sekelompok masyarakat di bulan Ramadan ini, Polda Metro Jaya juga mengantisipasi aksi tawuran kelompok remaja dan pemuda.

"Kami bersama-sama dengan TNI terus meningkatkan patroli untuk mencegah kerumunan, termasuk apalagi tawuran. Kami akan tindak tegas karena tawuran sangat meresahkan masyarakat," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Kamis (15/4/2021).

Menurut Yusri, antisipasi tawuran akan semakin diintensifkan karena pada Rabu malam hal itu sempat terjadi di wilayah Jakarta Selatan.

Video: Wanita Cantik Tepergok Curi Kosmetik Senilai Ratusan Ribu, Ditahan Karyawan Supermarket

"Memang sempat terjadi semalam, di suatu tempat di Jaksel, tapi bukan kecolongan. Jadi ini kita tingkatkan patrolinya," katanya.

Yusri memastikan bersama dengan TNI patroli preventif terhadap kemungkinan terjadinya tawuran akan terus dilakukan.

"Yang memang marak setiap puasa ini adalah tawuran. Sistem tawuran yang biasa mereka lakukan biasanya memancing mengajak kelompok lain untui tawuran melalui medsos," kata Yusri.

Baca juga: Waspadai Setelah Pukul 12 Malam, Geng Motor Bermodus SOTR Berkeliaran

Baca juga: Pelaku Pembacokan di SOTR Diringkus, Pelaku Berasal Geng Motor Berbendera Hitam

Karenanya kata dia pihaknya juga melibatkan tim Siber Polda Metro Jaya untuk mengantisipasinya.

"Tim siber kita libatkan dengan berpatroli di dunia maya," katanya.

"Jadi kami akan tindak tegas apapun yang sifatnya kerumunan apalagi tawuran," ujarnya.

Ia menyampaikan patroli yang lebih massif untuk mencegah tawuran juga dilakuka polres jajaran di wilayah.

Baca juga: Kapores Indra Jafar Larang Kegiatan SOTR Menyusul Tewasnya 2 Remaja

"Sebab wilayah yang marak tawuran di bulan puasa ini biasanya terjadi seperti di Jaktim, Depok, Jaksel, maupun ditempat lain. Nah ini kita lakukan patroli dengan skala lebih ketat lagi dan kami akan menindak tegas yang terjadi," ujarnya.

Yusri menjelaskan tim preventif strike yang dibentuk pihaknya dalam menangani hal ini, terutama kerumanan, melibatkan TNI dan Pemprov.

"Dengan melakukan kegiatan patroli gabungan. Setiap hari kita lakukan bahkan sampe ke wilayah. Tujuannya adalah bagaimana bisa memutus mata rantai, ditambah lagi ops keselamatan yang digelar tanggal 12 hingga 25 April nanti," katanya.

Baca juga: Pemkot Tangsel Minta Remaja Santuni Janda Tidak Mampu Ketimbang SOTR

Yang dilakukan kata Yusri adalah kamseltibcarlantas, lalu penerapan prokes yang harus dipatuhi masyarakat, dan juga kemungkinan terjadinya aksi tawuran.

"Juga termasuk SOTR yang membuat kerumunan," katanya. (bum)

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved