Pohon Tumbang

Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Pusat Pangkas 991 Pohon untuk Mengntisipasi Pohon Tumbang

Kepala Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Pusat, Mila Ananda mengatakan sejak Januari hingga April 2021 sudah ada 991 pohon dipangkas.

Penulis: Joko Supriyanto | Editor: Valentino Verry
Warta Kota/Nur Ichsan
Ilustrasi kegiatan pemangkasan pohon. Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Pusat sejak Januari hingga April 2021 sudah memangkas 991 pohon. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Kepala Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Pusat, Mila Ananda mengatakan sejak Januari hingga April 2021 sudah ada 991 pohon yang dipangkas.

Pemangkasan pohon meliputi pangkas ringan 265 pohon, pangkas pedang 520 pohon, pangkas berat 178 pohon dan penebangan sebayak 33 pohon

"Penebangan dilakukan terhadap pohon yang keropos, kering atau mati dan yang terkena dampak pekerjaan saluran untuk penanganan genangan dari SDA," kata Mila, Kamis (15/4/2021).

Baca juga: Toyota Avanza Ringsek Tertimpa Pohon Tumbang di Depan Kantor BPN Kembangan, Jakarta Barat

Baca juga: Hujan Angin, Puluhan Pohon Tumbang di Jakarta Barat, Kebanyakan Jenis Albasia dan Nangka

Dikatakan Mila, jika memang cuaca ekstrem masih akan terjadi beberapa hari ini, bahkan dari cuaca ekstrem itu banyak pohon tumbang dan ada beberapa diantaranya terdapat korban salah satunya menimpa mobil.

Atas hal itu, sejak Januari lalu pihaknya terus melakukan penopingan atau pemakangkasan pada ranting dan batang pohon yang cukup lebat.

Hal ini berfungsi untuk mengurangi beban akar pohon itu, sehingga ketika tersapu angin, akar pohon masih cukup kuat.

"Salah satunya upaya ya itu harus mengurangi beban batang dengan pemangkasan selain itu sifatnya peremajaan atau beutyfikasi, mempercantik pohon," katanya.

Baca juga: Banyak Pohon Tumbang Sudin Kehutanan Jaktim Pangkas Pohon Rawan Tumbang

Baca juga: Sudin Pertamanan Jakbar Pangkas Pohon di Jalan Daan Mogot

Namun, Mila menegaskan bahwa tidak semua pohon yang sudah tua dipangkas, biasanya pengaruhnya karena bebas dari daun dan batang pohon, sehingga akar pohon tidak kuat untuk menopang bebas ditambah diterpa angin.

"Jadi kejadian Selatan, Timur dan Barat terus jadi kita ketakutan terus pohon tua kita tebang ngak juga. Begitu. Itu karena musibah alam, disebabkan oleh alam hujan deras disertai angin, sehingga akar pohon sampai kecabut," ucapnya.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved