Edhy Prabowo Ditangkap KPK

Didakwa KPK Terima Suap Rp 25,7 M, Edhy Prabowo Mengaku Tidak Bersalah: Cuma Saya Bertanggung Jawab

Eks Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo mengaku tidak bersalah setelah didakwa terima suap kasus lobster Rp 25,7 miliar.

Editor: Panji Baskhara
TRIBUNNEWS/ILHAM RIAN PRATAMA
Eks Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo mengaku tidak bersalah setelah didakwa terima suap kasus lobster Rp 25,7 miliar. Foto: Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo di pelataran Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Senin (22/2/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Eks Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo mengaku tidak bersalah, atas kasus yang kini dihadapinya.

Diketahui, Edhy Prabowo didakwa terima suap Rp 25,7 miliar guna percepat proses persetujuan pemberian izin budidaya lobster dan izin ekspor benih bening lobster (BBL), ke PT Dua Putera Perkara Pratama (DPPP) dan para eksportir BBL lainnya.

Dakwaan terhadap Edhy Prabowo adalah dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Saya dari awal ketika masuk sini saya tidak bersalah cuma saya bertanggung jawab atas yang terjadi kementrian saya"

Baca juga: Bank Garansi yang Dibikin Atas Arahan Edhy Prabowo kepada Sekjen KKP Sukses Kumpulkan Uang Rp 52,3 M

Baca juga: Didakwa KPK Terima Suap Rp 25,7 Miliar, Edhy Prabowo: Saya Tidak Bersalah tapi Bertanggung Jawab

Baca juga: BREAKING NEWS: Edhy Prabowo Didakwa Terima Uang Suap Rp 25,75 Miliar dari Eksportir Benih Benur

"Saya tidak akan lari dari tanggung jawab saya," ucap Edhy Prabowo di Gedung Merah Putih KPK Jakarta, Kamis (15/4/2021).

Edhy Prabowo yang mengikuti jalannya persidangan lewat konferensi video menyebut meski mengakui dirinya tak bersalah, ia menyatakan siap menjalani proses hukum perkara ini.

Edhy Prabowo mengaku siap membuktikan dirinya tak bersalah.

"Sudah dibacakah, sudah didakwakan, sudah saya dengar, tinggal mohon doanya. Saya tinggal menghadapinya di persidangan nanti, saya berharap dipembuktianlah semua akan diambil keputusan yang terbaik," ucap Edhy.

Mantan Menteri Keluatan dan Perikanan Edhy Prabowo didakwa menerima suap sebesar 77 ribu dolar AS atau setara Rp1,1 miliar dan Rp24.625.587.250 oleh tim JPU KPK.

Jika ditotal, dugaan suap yang diterima Edhy sebesar Rp25,7miliar.

Suap berkaitan dengan pengurusan izin ekspor BBL atau benur di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

"Telah melakukan atau turut serta melakukan beberapa perbuatan yang harus dipandang sebagai perbuatan yang berdiri sendiri sehingga merupakan beberapa kejahatan, telah menerima hadiah atau janji," kata Jaksa Ali Fikri dalam dakwaannya di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (15/4/2021).

Jaksa menyebut, Edhy Prabowo menerima 77 ribu dolar AS dari pemilik PT. Dua Putera Perkasa Pratama (DPPP) Suharjito.

Edhy menerima uang tersebut melalui Amiril Mukminin selaku sekretaris pribadinya, dan Safri yang merupakan Staf Khusus Menteri dan Wakil Ketua Tim Uji Tuntas Perizinan Usaha Perikanan Budidaya Lobster.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved