Breaking News:

VIDEO Atap Masjid At Taqwa Disulap Jadi Tempat Tanaman Hidroponik

Ketua Yayasan Masjid Jami At Taqwa Sunter Muara Nurus Shobah mengatakan ada terdapat sekitar 600 tanaman pakcoy yang ditempatkan di atap masjid

Penulis: Junianto Hamonangan | Editor: Murtopo
Wartakotalive.com/Junianto Hamonangan
Atap Masjid Jami At Taqwa, Sunter Muara RW 05 Kelurahan Sunter Agung, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara disulap untuk dimanfaatkan sebagai tempat menanam tanaman hidroponik.  

Laporan Wartawan Wartakotalive.com Junianto Hamonangan

WARTAKOTALIVE.COM, TANJUNGPRIOK -- Atap Masjid Jami At Taqwa, Sunter Muara RW 05 Kelurahan Sunter Agung, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara disulap untuk dimanfaatkan sebagai tempat menanam tanaman hidroponik

Tempat tanaman hidroponik itu lokasinya berada di atap masjid tiga lantai. Tanaman hidroponik berupa pakcoy itu ditempatkan pada bagian tengah atap dengan pelindung bagian atasnya. 

Ketua Yayasan Masjid Jami At Taqwa Sunter Muara Nurus Shobah mengatakan ada terdapat sekitar 600 tanaman pakcoy yang ditempatkan di atap masjid sejak tiga minggu lalu. 

Nurus menuturkan ide untuk menggunakan atap masjid yang selama ini tidak dimanfaatkan dengan maksimal muncul pada saat pandemi. Itu adalah bagaimana mengoptimalkan atap masjid. 

Baca juga: VIDEO Takut Barang Dagangannya Tidak Laku, Pedagang Kurangi Jumlah Makanan

“Ada ide bagaimana optimalkan lokasi rooftop yang selama ini nganggur, alhamdulillah pas saat pandemi ide muncul,” ungkap Nurus, Selasa (13/4/2021). 

Ketua RW 05 Sunter Agung itu mengatakan bila pihaknya sengaja memilih tanaman pakcoy karena dianggap lebih mudah dalam perawatan dan juga banyak digunakan ibu-ibu membuat sayuran. 

Sementara untuk perawatannya ada pengurus masjid sekaligus sekretaris dewan kemakmuran masjid yang paham hidroponik dan menguasai sehingga memudahkan penanganannya.

Baca juga: VIDEO Sejumlah Pengendara Sepeda Motor Nekat Melintas di Flyover Pesing Meski Dilarang

“Kendalanya tadinya pake tangga darurat, pas mau panen disiapkan tangga besi jadi agak mendingan, memudahkan akses naik lantai atas,” sambungnya. 

Hasil budidaya tanaman pakcoy di atap masjid itu kemudian dijual sebesar Rp 5.000 kepada warga sekitar. Hal itu dilakukan untuk menambahkan kas masjid tersebut. 

Baca juga: VIDEO Diperbolehkan Berjualan, Pedagang Takjil Musiman Marak Terlihat di Kramat Sentiong

“Manfaatnya untuk menambah kas masjid yang manfaatnya kembali kepada kegiatan jamaah untuk perbaikan sarana masjid dan membantu kegiatan sosial keagamaan masyarakat,” ujar Nurus. 

Nurus menambahkan apabila budidaya tanaman hidroponik berupa pakcoy itu berjalan lancar maka tidak menutup kemungkinan bakal dikembangkan menjadi lebih banyak lagi. 

“Rencananya kalau ini bagus akan menambah minimal sampe menyiapkan media 1.000 pohon, ini baru 600,” tururnya. (jhs)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved