Pemerintahan Jokowi

Muncul Narasi Megawati Jual TMII ke China Terkait Pengambialihan, Kementrian Kominfo: Itu Hoaks

Muncul narasi negatif tentang pengambil alihan pengelolaan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) oleh pemerintah pusat. Yakni soal Mega jual TMII ke China

Editor: Wito Karyono
Warta Kota/Junianto Hamonangan
Museum Telekomunikasi di TMII kondisinya terbengkalai. TMII kini menjadi bahan pembicaraan karena pengelolaannya diambil alih pemerintah pusat 

Dengan menjelaskan ini, Moeldoko lebih lanjut meminta tidak ada lagi yang berpandangan diambilalihnya TMII akan memunculkan yayasan baru. Apalagi menuding, yayasan itu akan dikelola oleh Presiden Jokowi.

“Itu pandangan primitif, jangan lagi ada pandangan seperti itu. Ndak ndak ada itu Pak Jokowi sama sekali tidak berpikir seperti itu,” tegas Moeldoko.

Pembayar Pajak Terbesar di Jaktim

Pengambilalihan pengelolaan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) dari Yayasan Harapan Kita, dikarenakan alasan tidak memberikan kontribusi signifikan kepada negara.

Menurut Direktur Utama TMII Tanribali Lamo, sejatinya pajak yang diberikan TMII kepada negara menjadi salah satu yang terbesar di wilayah Jakarta Timur.

"Saya berikan gambaran tentang pajak."

Baca juga: Perusahaan Wajib Bayar THR 2021 Penuh dan Tepat Waktu, yang Terlambat Didenda 5 Persen

"Taman Mini ini merupakan salah satu pembayar pajak terbesar di wilayah Jakarta Timur."

"Gambarnya seperti ini, ini adalah pajak tontonan, dan pajak terbesar di Taman Mini adalah pajak tontonan," kata Tanribali di Perpustakaan TMII, Jakarta, Minggu (11/4/2021).

Tanribali menjelaskan, TMII juga menyetorkan pajak PPh 21, PPh 25, dan lainnya.

Baca juga: Darmizal Tuding Sosok Ini yang Jerumuskan SBY Daftarkan Merek dan Lukisan Partai Demokrat ke DJKI

Namun, pajak tontonan menjadi yang paling besar disetorkan oleh TMII.

"Pajak PTO atau pajak tontonan kalau kita lihat di sini, pada 2018 Taman Mini itu membayarkan pajak PTO-nya saja sekitar Rp 9,4 miliar setahun."

"Ada berapa bulan yang kita bayar per bulan, pada Bulan Juni kita bayar Rp 1,1 miliar," ungkapnya.

Baca juga: Yakin Menang Gugatan Soal AD/ART Partai Demokrat, Kubu Moeldoko Minta AHY Fokus Siapkan Rp 100 M

Tanribali memaparkan, pajak yang disetorkan oleh TMII pada 2019 sebesar Rp 9,7 miliar dalam setahun. Sedangkan pada 2020 menurun menjadi Rp 2,6 miliar setahun.

"Mengapa terjadi penurunan? Kita ketahui bersama bahwa kondisi Covid membuat penurunan yang luar biasa bagi aktivitas kegiatan TMII."

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved