Breaking News:

Kesehatan

Kasus Stunting di Indonesia Belum Turun, Memberi Sarapan Untuk Anak Tidak Bisa Dilakukan Sembarangan

Memberi sarapan untuk anak juga tidak bisa salah pilih, orang tua harus yang bisa membantu melengkapi asupan gizi di pagi hari.

Pexels.com
Ilustrasi telur ceplok yang dapat dihidangkan dalam sekejap untuk sarapan. Memberi sarapan untuk anak tidak bisa salah pilih, orang tua harus yang bisa membantu melengkapi asupan gizi di pagi hari. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Kasus stunting masih menjadi tantangan besar yang harus dihadapi negeri ini.

Pada 2019, jumlah kasus stunting mencapai angka 27,6 persen.

Stunting merupakan kondisi gagal pertumbuhan pada anak, baik tubuh maupun otak, akibat kekurangan gizi dalam waktu lama.

Ilustrasi anak-anak mengalami stunting.
Ilustrasi anak-anak mengalami stunting. (The Telegraph)

Angka tersebut sangat mengkhawatirkan karena masa depan bangsa ada di tangan 79,55 juta anak Indonesia (BPS, 2019).

Sumber daya yang paling berharga bagi negara merupakan sumber daya manusia berkualitas.

Untuk itu seluruh pihak harus memperhatikan tumbuh kembang anak, mulai sejak dalam kandungan, bayi, hingga mereka memasuki masa emas.

Baca juga: Prilly Latuconsina Kampanye Program Stunting Gara-gara Prihatin Gizi Buruk Anak

Baca juga: Wapres Maruf Amin : Jumlah Balita Stunting Masih Tinggi, 2024 Harus Turun Jadi 14 Persen

Apa yang harus dilakukan demi menekan angka stunting ini?

Salah satunya yaitu dengan pemberian asupan makanan yang bergizi untuk anak,
dimulai dari sarapan.

Memberi sarapan untuk anak juga tidak bisa salah pilih, harus yang bisa membantu melengkapi asupan gizi di pagi hari.

Ilustrasi menu sarapan
Ilustrasi menu sarapan (Trip Advisor)

Pemberian mie instan untuk anak juga sebaiknya dihindari.

Halaman
12
Penulis: Irwan Wahyu Kintoko
Editor: Irwan Wahyu Kintoko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved