Breaking News:

Bulan Suci Ramadan

Ingin Beri Angpao Lebaran yang Berbeda? Pakai Saja Uang Pecahan Rp 75.000, Sah Buat Belanja

"Dalam masa penukaran uang di periode Ramadan Idul Fitri, kami mendorong masyarakat menggunakan UPK Rp 75.000 sebagai THR untuk Lebaran..."

Bank Indonesia
Uang pecahan Rp 75.000, edisi khusus HUT ke-75 Kemerdekaan RI 

"Kenaikan uang kartal 2021 ini dipengaruhi faktor yakni memperhitungkan asumsi makroekonomi dan kebijakan pemerintah khususnya realisasi percepatan bansos tunai menjelang idul Fitri," ucap Marlison.

"Kemudian kebijakan program vaksinasi yang mempengaruhi tingkat mobilitas masyarakat, maka kebutuhan uang kartal makin tinggi," imbuhnya.

Uang palsu

Sementara itu, terkait uang palsu, Kepala Departemen Pengelolaan Uang BI Marlison Hakim mengatakan bahwa peredarannya di tahun 2020 menurun 5 persen jika dibandingkan dengan tahun 2019.

"Kalau dibandingkan 2019, peredaran uang palsu kita menurun 5 persen," jelas Marlison, Rabu (14/4/2021).

Dipaparkan, bila dilihat berdasarkan rasio uang yang beredar di masyarakat, jumlahnya yakni 5 lembar uang palsu berbanding 1 juta lembar uang asli.

"Di 2020 dengan rasio 5 lembar dari 1 juta lembar. Periode sebelumnya itu (2019) 9 lembar dari 1 juta lembar. Ini berarti mengalami penurunan di setiap 1 juta lembar," ucap Marlison.

Lalu, untuk di triwulan pertama 2021, Bank Indonesia juga masih mencatat adanya peredaran uang palsu. Rasionya adalah 2 lembar uang palsu di dalam 1 juta lembar.

“Penurunan ini karena mobilitas masyarakat yang menurun akibat pandemi Covid-19, sehingga penyebaran uang tunai tidak sebanyak tahun sebelumnya. Selain itu, masyarakat sudah beralih ke metode pembayaran digital, baik itu mobile banking, uang elektronik, dompet digital, dan lainnya,” paparnya. (Tribunnews/Bambang Ismoyo)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved