Breaking News:

Lebaran 2021

HARUS Bayar Gaji dan THR Karyawan, PO Shantika Jepara Prediksi Akan Alami Kerugian Miliaran Rupiah

Salah satu PO Bus asal Jawa Tengah, PO Shantika Jepara, mengeluhkan aturan larang mudik yang dikeluarkan pemerintah dan berlaku tanggal 6-17 Mei 2021.

Editor: Hertanto Soebijoto
TribunnewsBogor/Yudistira Wanne
PO Shantika Jepara mengeluhkan aturan larangan mudik yang dikeluarkan pemerintah dan berlaku tanggal 6-17 Mei 2021. Foto ilustrasi: Kebijakan larangan mudik Lebaran 2021 membuat pengusaha bus Antarkota Antarprovinsi (AKAP) di Terminal Bayangan Parung Bogor mengeluh, Selasa (30/3/2021). 

Sebagai perusahaan, kata Priyo, wajib menggaji dan memberi THR ke karyawan dan sopir.

Baca juga: Berani Melanggar Aturan Pelarangan Mudik, Ini Ancaman Pihak Korlantas Polri buat Para Travel Gelap

Kalau dari pendapatan saja sudah seret, bagaimana kelanjutan perawatan bus-bus?

"Sudah banyak yang gulung tikar akibat pelarangan ini," imbuh Priyo.

Jika sudah diberlakukan, Priyo memprediksi perusahaannya bisa mendapat kerugian miliaran rupiah.

Untuk itu, ia berharap pemerintah tidak hanya melarang mudik, tapi memberi solusi agar PO bus bisa kembali berjalan.

Priyo mengatakan, yang terpenting ada kebijakan yang menjadi solusi bila dilarang mudik.

Baca juga: Tidak Main-main, Polri Kerahkan 166.000 Personel dan Jaga Jalur Tikus Untuk Penyekatan Pemudik

"Pemasukan perusahaan kami dari penumpang, itu penopang bisnis PO Shinta dan PO lain karena sudah merugi miliaran rupiah. Jangan hanya melarang tanpa kasih solusi konkret," kata Priyo.  (Fandi Permana)

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved