Breaking News:

Poligami

Bikin Perempuan Tertekan, Menteri PPPA Minta Poligami Tidak Dipromosikan

Tidak sedikit kasus yang menunjukkan bahwa praktik poligami membuat perempuan yang mengalami hal ini merasa diperlakukan tidak adil oleh suaminya.

Warta Kota/Muhammad Naufal
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI I Gusti Ayu Bintang Puspayoga mengatakan poligami menyebabkan perempuan mendapatkan kekerasan psikis atau menjadi tertekan, salah satunya karena tidak merasa diperlakukan dengaan adil 

Wartakotalive.com, Jakarta - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) I Gusti Ayu Bintang Puspayoga mengatakan bahwa kaum perempuan dapat mengalami kekerasan psikologis (psikis) karena merasa adanya tekanan saat menjalani hubungan poligami.

Tidak sedikit kasus yang menunjukkan bahwa praktik poligami membuat perempuan yang mengalami hal ini merasa diperlakukan tidak adil oleh suaminya.

"Poligami menyebabkan perempuan mendapatkan kekerasan psikis atau menjadi tertekan, salah satunya karena tidak merasa diperlakukan dengaan adil," ujar Bintang dalam Diskusi Ilmiah bertajuk 'Poligami di Tengah Perjuangan Mencapai Ketangguhan Keluarga, Masyarakat dan Bangsa' pada Selasa (14/4/2021).

Selain tekanan psikologis, dampak seperti kekerasan secara fisik pun kerap terjadi pada perempuan yang terpaksa menjalani praktik poligami.

"Bahkan tidak sedikit kasus kasus yang berakhir pada kekerasan secara fisik bagi perempuan," kata Bintang.

Ia pun mengaku prihatin terhadap kasus kekerasan psikologis maupun fisik yang dialami kaum perempuan serta disebabkan oleh tindakan poligami ini.

Karena menurut dia, dalam praktiknya masih ada laki-laki yang belum memiliki pemahaman yang cukup mengenai poligami, namun tetap memaksakan kehendaknya untuk menjalani praktik tersebut.

"Hal tersebut tentunya menambah keprihatinan bagi kita semua, mengingat masih banyak narasi yang salah mengenai praktik poligami ini. Poligami dianggap sebagai jalan pintas untuk mencari kesejahteraan, kemakmuran dan kesuksesan dalam hidup," tegas Bintang.

Padahal, kata dia, syarat dan ketentuan untuk melaksanakan perkawinan itu sebenarnya tidak sederhana, karena syarat melakukan poligami sebenarnya sangat rumit.

Oleh karena itu, jika seorang suami memutuskan untuk melakukan poligami, tentunya harus memiliki pertimbangan yang cukup dan dilakukan secara sangat hati-hati.

Karena jika suami bertindak tidak adil, maka tidak hanya akan menyakiti satu perempuan saja, namun juga perempuan lainnya.

Sehingga ia pun berharap praktik poligami ini tidak dipromosikan.

"Sehingga harus dilaksanakan dengan sangat hati-hati, dengan pertimbangan, demi menuju komitmen yang kuat. Bukan malah dipromosikan, apalagi diromantisasi," pungkas Bintang.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Bikin Perempuan Tertekan, Menteri PPPA Minta Poligami Tidak Dipromosikan

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved