Vaksinasi Covid19

Aburizal Bakrie Jadi Orang Pertama Disuntik Vaksin Covid-19 Nusantara Meski Belum Disetujui BPOM

Hal itu disampaikan pria yang akrab disapa Ical itu, dalam sebuah sebuah video yang sudah dikonfirmasi.

Editor: Yaspen Martinus
Tribunnews
Aburizal Bakrie telah disuntik vaksin Covid-19 Nusantara, yang digagas mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto. 

WARTAKOTALIVET, JAKARTA - Dewan Pembina Partai Golkar Aburizal Bakrie ternyata telah disuntik vaksin Covid-19 Nusantara, yang digagas mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto.

Hal itu disampaikan pria yang akrab disapa Ical itu, dalam sebuah sebuah video yang sudah dikonfirmasi.

Dalam video tersebut Ical menunjukkan sebuah plastik transparan.

Baca juga: DAFTAR Terbaru Zona Merah Covid-19 di Indonesia: Bertambah Jadi 11, Bali Mendominasi

Dia menyatakan menjadi orang pertama yang disuntik vaksin Nusantara.

"Ini vaksin Nusantara, saya pertama kali, Insyaallah berhasil," kata Aburizal dalam video tersebut, seperti dilihat Tribunnews, Rabu (14/4/2021).

Lalu Mara Satria Wangsa, juru bicara Aburizal Bakrie, membenarkan Dewan Pembina Partai Golkar tu sudah menjalani vaksinasi Covid-19 menggunakan vaksin Nusantara.

Baca juga: Ikut-ikutan Teman Lompat ke Sungai Kalimalang Padahal Tak Bisa Berenang, Remaja Bekasi Tenggelam

Lalu mengatakan, vaksinasi dilakukan pada pekan lalu.

"Benar (suntik vaksin Nusantara di RSPAD)," kata Lalu saat dikonfirmasi Tribunnews, Rabu (14/4/2021).

Lalu mengatakan, Aburizal disuntik vaksin Nusantara sebagai relawan, karena mendukung program yang dipelopori oleh mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto itu.

Baca juga: Lagi, Dua Warga Jakarta Selatan Jadi Buronan Densus 88

"Beliau mendukung setiap karya anak bangsa."

"Bukankah itu sejalan dengan permintaan Presiden untuk kita mencintai produk dalam negeri?" Ucapnya.

Sebelumnya, vaksin Nusantara yang digagas Terawan belum bisa lanjut ke tahap uji klinis fase II, oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Baca juga: DAFTAR Terbaru Zona Hijau Covid-19 di Indonesia: Tambah Jadi 9, Tetap di Papua, Nias, dan Maluku

Dokumen hasil pemeriksaan tim BPOM menunjukkan berbagai kejanggalan penelitian vaksin.

Misalnya, tidak ada validasi dan standardisasi terhadap metode pengujian.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
BERITATERKAIT
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved