Breaking News:

Bulan Suci Ramadan

Wajar, Ada Kenaikan Harga Pangan Jelang Ramadan dan Lebaran, Ini Komoditas yang Perlu Diimpor

Kementerian Pertanian RI menyatakan stok pangan kebutuhan pokok nasional aman hingga Lebaran nanti, meski ada sejumlah komoditas yang perlu impor.

Editor: Fred Mahatma TIS
Wartakotalive.com/Muhammad Azzam
Pedagang kebutuhan pokok di Pasar Baru Bekasi, Kota Bekasi. Pemerintah melalui Kementerian Pertanian menegaskan, stok pangan kebutuhan pokok selama Ramadan dan Lebaran mendatang dalam kondisi aman, meski ada sejumlah komoditas yang perlu diimpor. 

Ada sejumlah komoditas yang perlu impor untuk memenuhi stok, yaitu bawang putih, daging sapi dan kerbau, serta gula pasir. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Kementerian Pertanian menilai kenaikan harga pangan menjelang bulan Ramadan merupakan hal yang wajar, seiring tingginya permintaan dari masyarakat. 

"Kami selalu melihat bahwa koefisien varian di bawah 15 persen, bagi kami itu adalah wajar," ujar Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian Agung Hendriadi saat acara Ketersediaan Pangan Jelang Ramadan dan Lebaran secara virtual, Senin (12/4/2021).

Baca juga: Sambut Ramadan 1442 H, HokBen Hadirkan 8 Menu Paket Bento Ramadan dan Festival Karaage

Baca juga: Pemkab Tangerang Pantau Harga Kebutuhan Pokok di Bulan Ramadan dan Menjelang Idul Fitri 2021

Menurut Agung, beberapa komoditas pangan yang naik pada saat ini yaitu daging ayam sekitar Rp 35 ribu dan telur ayam menjadi Rp 24 ribu per kilo gram. 

"Tapi kenaikan ini satu dua hari jelang puasa, memasuki Ramadan kembali turun dan naik kembali menjelang Lebaran," paparnya. 

Agung menyebut, Kementan telah melakukan pemenuhan pasokan pangan nasional sejak sebulan sebelum Ramadan, seperti beras, jagung, kedelai, aneka cabai, telur ayam, dan lainnya. 

"Semua komoditas sampai Mei 2021 mencukupi, dan secara umum hampir sama dengan tahun lalu," paparnya.

Baca juga: Jaga Kestabilan Harga Pangan Selama Ramadan hingga Idul Fitri, Pemkab Bogor Siap Gelar Operasi Pasar

Impor

Namun, ada sejumlah komoditas yang perlu impor untuk memenuhi stok, yaitu bawang putih, daging sapi dan kerbau, serta gula pasir. 

"Bawang merah, aneka cabai, telur, gula pasir secara nasional mencukupi, masyarakat tidak perlu khawatir untuk itu (kelangkaan). Namun, ada beberapa komoditas sebagian dipenuhi dari impor seperti bawang putih, kemudian daging sapi- kerbau, dan gula pasir," papar Agung. 

Disebutkan, kebijakan impor untuk tiga komoditas pangan tersebut sudah menjadi keputusan para menteri saat rapat di kantor Kemenko Perekonomian.

Baca juga: Relaksasi PPnBM, Pesanan Fortuner Naik 81 Persen, Innova 99 Persen, Honda Melejit hingga 365 Persen

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved